100 kata,  Flash Fiction

Setetes Air Hujan di atas Daun Talas

Tetesan air hujan yang jatuh pada daun talas di teras rumah membentuk lingkaran sempurna. Bening, padat dan menyejukan. Terkadang aku bercermin menyaksikan seberapa jelas aku mampu menemukan sosok bayanganku.
“Apakah aku masih sama?”
Aku mencondongkan wajah ke sana. Tidak terlihat. Ini sudah satu tahun. Tapi aku tak mampu menerkanya. Sosok bayangan itu seakan lesap dari pandanganku.
“Hati-hati ka! itu bukan daun talas. Untung belum menggenggam duri mawar ini.” Tubuhku ditarik menjauh. Ah, kali ini pun aku salah lagi.
Kuraba kedua mata, hatiku melangut dengan jutaan spektrum warna yang kini menghilang kecuali segumpal kegelapan mengelilingi.

“Maaf, ka. Ade belum dapat pendonornya.” 

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.