Anggrek,  Jenis-Jenis Anggrek,  RPTN Ranu Darungan TNBTS,  Travel,  Traveling

Surganya Anggrek di RPTN Ranu Darungan TNBTS

Pernah dengar RPTN Ranu Darungan TNBTS?  Sebuah Resor Pengelolaan Taman Nasional yang berada dikawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. So, Jawa Timur itu, gak sekedar terkenal dengan keindahan lautan pasir di gunung Bromo dan Ranu Kumbolo di gunung Semeru. Juga ada RPTN yang memiliki banyak koleksi bunga anggrek-nya loh. Btw, siapa nih yang suka anggrek?

Anggrek yang memiliki nama latin Orchidaceae ini adalah tumbuhan yang paling banyak hidup menempel pada pohon (epifit). Eits, ada juga yang hidup secara terestrial (hidup di tanah) dan sapropit (menumpang pada benda lain seperti humus dan daun kering). Di RPTN Ranu Darungan ini terdapat kurang lebih 65 jenis anggrek yang hidup secara epifit maupun terestrial. Berdasarkan info dari si kakak jenis tersebut belum seluruhnya lho.

Berdasarkan habitatnya, anggrek lebih banyak ditemukan di daerah tropis. Terutama saat kondisi hutan masih bahari. Jenisnya yang beragam dipengaruhhi oleh beberapa faktor, seperti ketinggian tempat, kelembaban, sinar matahari, suhu, angin, air, tempat tumbuh (pohon, tanah, batu dan lain-lain). Salah satunya Indonesia, di RPTN Ranu Darungan saja jenisnya beragam. Belum yang di daerah lain seperti Kalimantan, Sumatra dan lainnya.

Manfaat Angrek


Ngomongin soal manfaat, bagi aku sendiri anggrek itu salah satu bunga yang sangat unik dan memiliki keindahan yang bikin hati adem. *kaya ngeliat wajah kamu. Lol.* Tentunya dong yah dengan jenisnya yang berjibun, memiliki perbedaannya tersendiri. Selain untuk tanaman hias, dapat digunakan juga sebagai obat herbal dan sebagai pewangi. Di Tiongkok sendiri pada zaman dulu anggrek dipercaya mampu mengeluarkan harum dari tubuh sang raja. Sedangkan di Yunani angrek sebagai lambang kejantanan.

Jenis Anggrek

Seperti yang aku sebutkan di atas bunga anggrek ini banyak sekali jenisnya. Berikut ini beberapa penampakan bunga angrek yang ada di RPTN Ranu Darungan :

  1. Acanthepepium javanicum

Anggrek ini hidup secara terestrial. Memiliki bunga berwarna merah dengan campuran warna kuning.

  1. Chrysoglossum ornatum (Bl.) Bijdr. 1825

Hidup secara terestrial. Bunga berwarna kuning dengan bintik-bintik merah.

  1. Diglyphosa latifolia Bl. 1825

Hidup di tanah (terestrial). Batang dan tangkai bunga berwarna ungu. Bunga berwarna kuning.

  1. Liparis rheedii (Bl.) Lindl 1830

Hidup secara terestrial. Memiliki bunga kecil berwarna merah dengan campuran warna hijau. Anggrek ini seperti rumput liar, karenanya saat kalian menemukan bunga dengan ciri-ciri tersebut, mungkin saja itu anggrek.

  1. Flikingeria fimbriata


Hidup secara epifit. Memiliki bunga berwarna putih dengan daun berwarna hijau.

  1. Flickingeria aurieloba (J.J.Sm.) J.J.Wood


Hidup secara epifit. Bunga berwarna putih dengan daun berwarna hijau.

  1. Paphiopedilum javanicum

Anggrek satu ini ada yang menyebutnya sebagai anggrek Kasut Hijau. Hidup secra terestrial. Memiliki daun berwarna hijau dengan bulu-bulu halus yang menempel. Termasuk kedalam golongan anggrek langka yang berasal dari Indonesia. Penyebabnya, bisa karena perburuan liar secara besar-beseran dan habitat hidupnya di tebing-tebing sehingga sulit untuk ditemukan. Jika diperhatikan lebih teliti, Anggrek Kasut Hijau ini mirip Kantong Semar deh.

Ada juga anggrek endemik jawa lainnya yang tumbuh di sana. di mana anggrek tersebut hanya ditemukan di jawa saja lho, yaitu :

  1. Hetaeria cristata Bl. 1859/ Rhomboda cristata (Blume) Ormerod 1995 (1)


Anggrek ini hidup secara epifit.

  1. Malaxis kobi (J.J.Sm.) J.B. Comber 1905


Anggrek satu ini hidup secara terestrial. Dengan daun berwarna hijau dan batang berwarna ungu. Jika diperhatikan gak nyangka ya kalau bunga di atas termasuk ke dalam jenis anggrek. 


Untuk angrek-anggrek di atas merupakan anggrek liar bukan hasil budidaya, karena memang habitat asli yang tumbuh di RPTN Ranu Darungan. Bunga anggrek juga tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Berhubung beberapa jenis anggrek menyerupai rumput liar, mesti teliti nih kalau hiking ke hutan, mungkin saja ada anggrek yang nyelip di pohon maupun semak-semak. Tapi, biarkan mereka tumbuh di habitatnya, cukup diabadikan saja yah. 

_______________
Save Earth! Salam Lestari.

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.