Traveling,  Trip Pulau Pramuka

TRIP DAY 2 PULAU PRAMUKA : BERKENALAN DENGAN PENYU INDONESIA



Hari kedua ini ada sedikit drama karena pas mau mandi mendadak airnya menjadi kecil. Dan hanya bisa cuci muka dengan air seadanya. Serasa sedang berada di hutan rimba yang jauh dari sumber air. Alhasil, aku tidak mandi sama sekali sampai pulang. *hoho* Berenang dipantai bukan pilihan yang tepat karena badan akan menjadi tambah lengket. Tour Guide juga sudah ngasih peringatan pukul 08.00 star ke Penangkaran Penyu.


Ya, hari kedua ini memang jadwalnya bertemu dengan para penyu yang ada di Pulau Pramuka. Syukur deh gak perlu nyebrang ke pulau sebrang. Pasti waktu habis diperjalanan karena pukul 11.00 harus stand by di dermaga untuk kembali ke Jakarta. Tiba di penangkaran ternyata tempatnya sedang direnovasi. Para penyu dipindahkan ke laut. Menuju kerambanya sendiri harus antri loh. Karena kapasitas perahunya hanya untuk beberapa orang saja. Tanpa naik perahu juga sebenarnya bisa tapi harus siap basah kuyup. Kedalaman sekitar satu meter.

Di penangkaran penyu yang ada di Pulau Pramuka ini ada dua jenis penyu yang salah satunya asli Indonesia, yaitu :

  1. Penyu Hijau
Walau namanya penyu hijau, warna tempurung/kulitnya tidak hijau loh. Yang hijau itu lemaknya.



  1. Penyu Sisik
Kalau penyu sisik ini memiliki corak seperti batik. Tapi jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda tempurungnya seperti bersisik. Untuk penyu sisik ini asli dari Indonesia. Berhubung penyu sisik lebih agresif, si mas tour guidetidak menyarankan untuk memegangnya. Aku juga gak mau karena melihatnya saja sudah pasti itu berat banget. Kalau meronta-ronta dan gak bisa nahan kendali kan seram tuh.



Tapi sayang nih aku gak bisa lihat tukik karena ternyata para tukik sudah dilepas kelautan lepas dua bulan yang lalu. Para tukik ada laginya bulan pebruari tahun depan. Kabar baiknya bakalan ada spot baru di Pulau Pramuka untuk memanjakan para pengunjung. Semoga saja nih bulan pebruari bisa Trip ke sana lagi. Mari nabung!

Penyu hijau dan penyu sisik yang ada di penangkarang berumur kurang lebih dua tahun dan siap untuk dilepas kelautan lepas. Tinggal nunggu surat perintah. Uniknya penyu itu walau dia bisa keliling dunia. Jika waktunya bertelur tiba, penyu akan kembali ke tempat asalnya. Btw, jadi inget filmnya nemo nih.

Dari penangkaran penyu, aku dan si Aa kembali ke homestay untuk persiapan pulang. Weekend akhir bulan yang menyenangkan. Jadi gak sabar ngajak Jasmine jalan-jalan. Kalau berperrgian gak bawa buah tangan itu kurang terasa liburannya karenanya aku beli rumput laun dan keripik ikan. Untuk pakaian sudah beli di hari pertama. Beli baju pantai itu wajib!

Yang pengen Trip ke kepulauanseribu dengan aman dan nyaman, coba saja hubungi www.laditatour.com

Pelajaran berharga di hari kedua ini adalah :Penyu saja gak seperti pribahasa kacang lupa pada kulitnya. Kita juga jangan sampai lupa pada kampung halaman sendiri ya.


Happy Traveling!

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.