Edukasi,  Kesehatan,  marketing,  SoC Free

Mengenal SoC Free – 4+6 Substance Yang Berdampak Negatif Bagi Kesehatan & Lingkungan

SoC : Substance of Concern


Buat yang bekerja di manufacturing pasti tidak asing dengan SoC Free ini. Terutama perusahaan yang memang bergerak dibidang yang erat kaitannya dengan penggunaan bahan kimia. Seperti, otomotive, alat-alat kesehatan, peralatan makan, elektronik dan masih banyak yang lainnya. Sehingga perusahan yang memang didalamnya terdapat produksi harus memiliki sertifikat ISO14001.
ISO14001 ini lebih menekankan pada dampak lingkungan dan kesehatan. Karenanya 10 substance SOC Free ini sebisa mungkin tidak boleh terkandung dalam bahan-bahan produksi. Berikut ini 10 substance SOC Free.

  1. Lead (Pb)
Gbr : wikimedia.org


Timbal merupakan logam berat yang terdapat di dalam kerak bumi. Bisa dihasilkan dari letusan gunung merapi maupun proses geokimia secara alami. Memiliki warna kebiruan atau abu-abu keperakan. Tahan terhadap korosi. Biasa digunakan sebagai bahan adiftip untuk bensin, baterai, pigmen, dan amunisasi.


Misalnya, bensin dari asap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar rendah. Saat karbon tersebut terhirup akan berdampak buruk. Dampaknya tidak langsung terasa, karena membutuhkan waktu. Namun, tetap saja timbal ini sangat berbahaya bagi, apalagi jika terakumulasi dengan jaringan halus maupun tulang saat menyerang sistem syaraf. Bahaya lainnya adalah :

a.       Meningkatkan Kadar ALAD (Amino Levulinic Acid Dehidrase) dalam darah dan Urine.
b.      Menigkatkan kadar protopporhin dalam sel darah merah.
c.       Memperpendek sel darah merah.
d.      Menurunkan kadar sel darah merah, termasuk sel darah merah yang muda.
e.       Meningkatkan kandungan logam Fe dalam plasma darah.
Bahaya bagi lingkungan adalah meningkatnya adar oktan di udara sehingga membuat penipisan ozon.

  1. Cadmium (Cd)
Gbr : activatuneurona.files.wordpress.com


Logam lunak yang berkilau dan berwarna perak-putih. Bisa dipotong dengan pisau. Larut dalam asam, namun tidak larut dalam alkali. Cadmium terdapat dalam asap rokok, bahan pangan yang kaya akan cadmium, limbah pabrik yang melepas cadmium ke udara.

Efek dari penggunaan logam Cd adalah :

a.       Kerusakan pada sistem syaraf pusat
b.      Kerusakana pada sistem kekebalan tubuh
c.       Kerusakaan DNA
d.      Perkembangan kanker
e.       Gangguan Psikologis

Untuk Lingkungan akan sangat berbahaya jika sampai masuk ke air. Misalnya dari pembuangan limbah pabrik, pupuk buatan, jika air tercemar dan termakan ikan, kerang, rumput laut, lalu dikonsumsi oleh manusia. Maka tidak ada kata aman untuk kita.

  1. Mercury (Hg)
Gbr : media1.britannica.com

Sudah tidak asing kan ya dengan logam satu ini? Merkuri ini biasanya dihasilkan dari hasil sisa buangan industri plastic.


Masih ingat kan kasus Minamata yang menyerang Jepang? Saat itu warga di sekitaran teluk Minamata mengkonsumsi ikan yang ternyata mengandung merkuri. Sehingga ratusan orang meninggal dan mengalami cacat mental dan syaraf. Merkuri jika masuk kedalam tubuh manusia selain menyerang syaraf, juga menyerang hati dan ginjal.

  1. Hexavalent chromium (Cr6+)
Gbr : wikimedia.org


Kromium ini logam berwarna abu-abu, keras dan getas, serta berkilau. Biasa digunakan dalam paduan logam seperti pada stainless steel, chrome plating, dan keramik logam. Digunakan juga pada pewarna, cat, produksi batu rubi sintesis.

Penyebaran kromium bisa lewat makanan, minuman, udara, air, yang sudah terkontaminasi, Secara alami kromium juga terdapat dalam buah-buahan dan sayur-mayur. Saat, buah dan sayur di simpan dalam wadah logam yang mengandung kromium kemungkinan aka nada peningkatan kadar kromium. Karenanya harus lebih berhati-hati.
Efek kesehatan yang ditimbulkan :

a.       Ruam kulit
b.      Iritasi
c.       Gangguan pernafasan
d.      Kerusakan ginjal dan hati
e.       Kanker paru-paru
f.       Kematian

Keempat substance di atas sudah menjadi standar international untuk tidak digunakan dalam industri bidang apa pun. Selain di atas juga 6 substance lainnya yang terkandung dalam resin (biji plastik) untuk keperluan bahan dasar pembuatan part elektronik dan mobil, Perlengkapan makanan dan lainnya.

  1. Polybrominated Biphenyls (PBBs)
  2. Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDEs)
  3. Di(2-ethylhexyl) Phthalate (DEHP)
  4. Benzyl Butyl Phthalate (BBP)
  5. Dibutyl Phthalate (DBP)
  6. Diisobutyl Phthalate (DIBP)
Jika kandungan unsur diatas terlalu tinggi akan berbahaya bagi kesehatan terutama hati, gangguan pada otak, sehingga akan menyebabkan gangguan mental. Oleh karena itu, adanya audit ISO14001 yang berlangsung setiap tahunnya, untuk mengetahui kadar penggunaan 10 substance di atas. Adapun ketentuannya adalah :

Lead (Pb) : < 1000 ppm
Mercury Hg : < 1000 ppm
Cadmium (Cd) : < 100 ppm
Hexavalent Chromium (Cr VI) : < 1000 ppm
Polybrominated Biphenyls (PBB) : < 1000 ppm
Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDEs) : < 1000 ppm
Di(2-ethylhexyl) Phthalate (DEHP) : < 1000 ppm
Benzyl Butyl Phthalate (BBP) : < 1000 ppm
Dibutyl Phthalate (DBP) : < 1000 ppm
Diisobutyl Phthalate (DIBP) : < 1000 ppm

Sebenarnya masih banyak bahan kimia yang penggunaannya harus dibatasi. Karena buruknya dampak bagi lingkungan dan kesehatan. Namun, polemiknya adalah bahan kimia yang lebih ramah lingkungan, price-nya juga tinggi, sehingga manufacturing mengalami kesulitan yang besar. Di mana besar pasak dari pada tiang. Sehingga tak heran jika masih banyak produk yang beredar tidak sesuai standar.

Oleh, karena itu harus lebih berhati-hati dalam memilih alat-alat untuk kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk barang yang terbuat dari bahan plastik. Misalnya botol susu, sekarang sudah banyak botol susu yang bebas BPA (bisphenol-A) – Zat sintetis yang ternyata dapat menimbulkan cacat pada bayi. Gak begitu sulit kok menentukan yang lainnya karena harga bisa menentukan kualitas.   

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.