menjadi penulis profesional
tips,  Writing Class

Lakukan 9 Tips Ini Untuk Menjadi Penulis Profesional

Writing Class With Silvarani

Menjadi penulis profesional bukanlah hal yang mudah dilakukan, selalu ada proses dan perjuangan yang tidak biasa. Dalam tulisan kali ini aku ingin berbagi 9 tips menjadi penulis profesional hasil mengikuti writing class bersama Mba Nadia Silvarani, penulis novel Ada Apa Dengan Cinta.

Menulis sudah menjadi bagian dalam diri manusia sejak ribuan tahun yang lalu sebagai sarana dalam menyampaikan informasi dalam bentuk aksara. Hal ini dikarenakan informasi dalam bentuk lisan saja tidak cukup. Terbukti dengan informasi dalam aksara, sejarah zaman dahulu tidak lesap begitu saja. Melainkan menjadi bukti nyata tentang peradaban manusia ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Bukti sejarah tersebut menjadi andil dalam perkembangan dan kemajuan kehidupan manusia. Yang dulu pada zaman mesir kuno tulisan masih dalam bentuk gambar atau hereoglif, dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bentuk tulisan bermacam-macam. Pun, dengan wadahnya.

Tidak dipungkiri, beberapa tahun ke depan wadah sebuah tulisan akan terus berkembang lagi. Yang tidak akan musnah adalah tulisan itu sendiri. Informasi fiksi atau non fiksi akan tetap popular. Banyak di luar sana yang meraup dolar dari sebuah tulisan.  Namun tidak semua orang dapat menjadi penulis profesional jika tidak mengikuti aturan kepenulisan atau hal lainnya yang akan berpengaruh terhadap tulisan itu sendiri maupun penulisnya. Oleh karena itu, tips berikut ini akan membantumu untuk menjadi penulis profesional.

Tips Menjadi Penulis Profesional

  1. Ide

Yang paling penting dalam sebuah tulisan adalah ide. Seorang penulis tidak dapat menulis jika tidak memiliki ide. Oleh Karen itu tentukan terlebih dahulu ide/tema yang akan diinformasikan. Lebih mudanya dapat melakukan rumus berikut ini 5W + 1H.

  1. Kerangka Tulisan

Jika sudah menentuka ide, saatnya untuk membuat kerangka tulisan. Seperti menentukan bahasan apa saja yang akan disampaikan pada bagian pembuka, isi, penutup. Atau, mana si yang perlu didahulukan?

Yang ingin membuat cerita fiksi, selain kerangka cerita, buat juga kerangka karakter tokohnya. Siapa yang berkarakter antagonis dan protagonis. Siapa yang hanya menjadi pemeran pembantu saja.

Hal ini untuk memudahkan dalam menyusun cerita.

  1. Konsisten

Tidak hanya dalam hubungan, saat menulis juga harus konsisten, loh. Tidak lucu dong, judulnya tips menulis, isinya tips mencari jodoh. Oleh karena itu dengan kerangka di atas sebetulnya menjadi salah satu cara agar tulisan tetap konsisten.

Terutama untuk yang nulis cerita fiksi. Konsisten itu sangat penting dalam menentukan sudut pandang tokoh. Misalkan si A adalah tokoh antagonis, namun sifatnya malah menjadi tokoh protagonis. Atau dari awal memang sudah protagonis, tapi tanpa sebab dan akibat jadi antagonis, kan aneh jadinya. Bisa di bully habis-habisan oleh pembaca itu. lol.

  1. Pandai membaca situasi

Indra kelima seorang penulis itu harus peka dengan keadaan sekitar. Apalagi yang punya indera keenam bisa dimanfaatkan. hoho. Informasi apa si yang dilihat, didengar, dirasakan, diraba, terhadap lingkungan di sekitar. Seperti dalam tulisanku tentang  Keseruan Membatik. Di sana aku menuliskan bahwa para pengunjung tertarik untuk mengikuti workshop tersebut. Dan itu dari indra pendengar yang menangkap informasi percakapan para pengunjung yang melewati tempat workshop.

Informasi sekecil apa pun yang didapat bisa dimasukan ke dalam tulisan. Karena akan memperkuat tulisan tersebut.

Contoh lainnya, ingin menyampaikan informasi tentang kota Jakarta di sore hari. Saat itu buka semua informasi dari indra-indra kita. Apa yang ditangkap mata saat sore hari di Ibu Kota? Suara apa yang didengar? Apa yang dirasa saat Jakarta sore hari?

So, menulis itu bukan hanya tangan dan kepala saja yang bekerja, tapi semua indra, agar menghasilkan tulisan yang baik.

  1. Banyak Membaca, menonton berita, dll.

Ide sudah punya dan kerangka sudah ada, tapi kok tulisan minim informasi ya? Atau tulisan tidak enak dibaca? Itu tentu saja ada yang kurang. Pastikan letak kekurangannya di mana, lalu cari informasi pendukung dari membaca buku/koran, menonton berita di televisi, berdiskusi, gali informasi sebanyak mungkin dari sumber-sumber yang terpercaya. Hati-hati sekarang ini banyak informasi hoax dan sangat tidak relevan dengan kehidupan nyata. Ini juga berlaku di tulisan fiksi, cerita memang fiksi tapi isinya jangan sampai gak masuk akal banget.

  1. Keberanian

5 tips untuk menulis di atas sudah siap. Sekarang tinggal mengumpulkan keberanian. Berani untuk publish. Berani untuk ditolak jika tulisan yang diajukan ke penerbit ditolak. Berani untuk bilang “Aku siap menerima kritik dan saran.”

  1. Pantang Menyerah

Berhubungan dengan keberanian di atas untuk menjadi penulis profesional kita harus pantang menyerah dari segala kondisi. Jangan nyerah saat mendadak kehilangan ide. Jangan nyerah karena baru sekali ditolak. Mba Nadia Silvarani saja pernah ditolak dan hampir membuatnya menyerah. Tapi, jika beakhir pada kata menyerah, sekarang tidak akan sukses amenerbitkan buku-bukunya.

Kalau mood mendadak turun coba saja nyanyi lagunya D’Masive “Jangan Menyerah”. Hehe.

  1. Rendah hati

menjadi penulis profesional rendah hati

Kalau sudah sukses jangan jadi sombong, ya. Apalagi baru menerbitkan satu buku. Jangan pokonya, jangan! Menjadi penulis itu harus rendah hati. Jangan langsung meledak-ledak jika ada yang kritik. Ambil semua saran yang dapat membuat kita lebih baik lagi. Karena kehidupan adalah proses pembelajaran yang tak akan pernah habis.

 

  1. Berdoa

Dalam tulisan ini berdoa memang jadi poin penutup. Namun berdoa harus dipanjatkan sebelum dan sesudah menulis. Sebelum publish dan sesudahnya. Sebelum membaca kritikan. Agar hati tetap tenang dan positif. Di dunia ini kekuatan terbesar dari sebuah doa dan keyakinan.

Do it!

Di atas merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjadi penulis profesional. Mudah bukan? Coba saja dilakukan. Karena kalau membaca ini saja tidak cukup. Tindakan tetap yang utama.

Mari berbagi informasi yang bermanfaat, bukan informasi hoax, apalagi saling menjatuhkan. Tapi berikanlah informasi aksara yang memberikan faedah untuk khalayak banyak.

Yang mau berbagi tips lainnya untuk menjadi penulis profesional, silahkan komen di bawah ya.

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.