Menampilkan 17 Hasil
#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Patah Hati

“Rin, ngapain si rambut dipotong pendek gitu. Kaya cowok!”“Dih, suka-suka dong. Yang penting raga dan jiwa gue masih cewek. Dan masih doyan cowok.”“Apaan? cowok tuh ya, lebih suka sama cewek yang feminin, gak setengah-setengah kaya lo. Lihat gue dong.”“Ya, ya, tapi kelakuan lo gak beda jauh tuh sama cowok-cowok berengsek. Doyan selingkuh!”“Cih, emangnya cowok doang yang …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Menyulam Bibir

Setiap malam ada saja pria datang bertamu ke rumah tanpa tangan kosong. Ada yang bawa martabak telur, sate ayam, bahkan ada yang menawarkan seluruh kekayaannya asal rela dipersunting. Berbagai cara dilakukan demi mencuri hati yang diinginkan banyak lelaki itu. Ah, hati? Benarkah karena itu atau karena lekuk tubuh seksi dan paras cantik yang dimiliki kakakku? …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Gosip

gbr @Carolina Ratri  “Keluarga Bu Ratih besok pindahan ya, Sar? Padahal baru tiga bulan.” “Iyah. Anak sulungnya dipindah tugaskan ke Kalimantan.” “Bukan tahu. Mas Reno aslinya buronan. Kemarin kan ada Polisi datang ke rumahnya.” “Banyak yang ngadu juga ke Pak RT kalau Bu Ratih pesugihan. Ternak tuyul gitu. Gak sekali dua kali kan warga kehilangan uang …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Gaun Kesepuluh

Ini yang kesepuluh kalinya aku mengganti gaun pengantin. Kali ini pun aku merasa tak akan identik dengan gaun pertama. Yang penuh dengan debaran, menggairahkan dan memabukkan. Mungkin benar kata orang yang pertama tak akan pernah terlupakan. Tidak! Sesungguhnya ini karma yang harus ditanggung. “Bagaimana dengan yang sekarang?” “Semoga saja cocok.” “Kalau tidak yakin…” “Iya aku …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Binar Itu

“Selamat Nak untuk kelulusannya.” Mata sayu itu berbinar terang. Aku ikut merasakan haru yang menyeruak ke suluruh nadiku. Ini ketiga kalinya aku menghadiahkan toga kelulusan hasil jerih payah ibu membiayai sekolahku. Padahal aku dicap si telinga monyet karena selalu mendapatkan angka tiga di setiap ujian. Tapi, kali ini akan berbeda. Demi binar terang mata yang jarang …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Katak dan Matahari

“Hai, Katak kenapa wajahmu muram? Lihat! Langit sangat cerah.” “Aku sedih Matahari.” “Apa yang membuatmu sedih? Apa karena cedera itu? Atau karena kaum kalian sedang berjuang mencari keadilan dari sang Raja, agar kaum ular tak semena-mena lagi memangsa kalian?” “Tidak Matahari! Aku sedih karena tidak bisa ikut demo.” “Loh, bukankah itu baik Katak? Jika kau …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – 12.30

  Sumber di sini Saat kamu mengajak bertemu, hatiku bergejolak tak karuan. Jarum jam yang berada di angka 12 dan 6 menumbuhkan kegundahan. Firasatku mengatakan hal buruk akan terjadi. Mengingat, akhir-akhir ini kita tak lagi sama walau bersama. “Aku mau kita putus.” Ungkapmu tanpa basa-basi.  Membuat jantungku semakin bergemuruh. Ribuan jarum memeluk kegundahan dan tanpa …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Pulang Kampung

Setelah lima tahun jadi TKW di Malaysia. Kini aku kembali ke ibu pertiwi. Negeri yang selalu dirindukan. “Mang, ke Desa Tanjungkerta ya.” Pintaku pada Mamang Ojek. Ternyata tidak banyak berubah selain jalan yang tambah mulus. Membuatku makin tak sabar bertemu ibu dan bapak. “Teh, mau lihat pembangunan waduk ya?” Tanyanya setelah seperempat jalan. “Waduk? Saya …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Pulang

Sebagai anak rantau bertemu sanak saudara saat lebaran adalah hal yang paling aku nantikan. Sudah lima tahun ini mudik menjadi tradisi yang tak terlewatkan meski harus puluhan jam bercumbu dengan kemacetan. Rencananya tahun ini aku memutuskan lebaran di Jakarta saja. Namun rasa rindu pada ayah dan ibu tak mampu kubendung lagi. Tibalah aku berjumpa dengan …

#FFKamis Flash Fiction Writing

#FFKamis – Gadis di Penghujung Musim Hujan

Sumber gbr : https://www.inspirasi.co Di bawah tetesan gemercik hujan aku berjumpa dengannya. Gadis cantik yang menyatu dengan hujan. Acap kali aku menyodorkan payung selalu berujung dengan penolakan. Ungkapnya hujan adalah dia sambil tersenyum manis memamerkan lesung pipinya. Aku yang dari awal membenci hujan sejak kecelakaan 6 tahun lalu terbawa atmosfer keluguannya. Namun, seiring intensitas hujan yang …