#FFKamis – Patah Hati

“Rin, ngapain si rambut dipotong pendek gitu. Kaya cowok!” “Dih, suka-suka dong. Yang penting raga dan jiwa gue masih cewek. Dan masih doyan cowok.” “Apaan? cowok tuh ya, lebih suka sama cewek yang feminin, gak setengah-setengah kaya lo. Lihat gue dong.” “Ya, ya, tapi kelakuan lo gak beda jauh tuh sama

#FFKamis – Menyulam Bibir

      Setiap malam ada saja pria datang bertamu ke rumah tanpa tangan kosong. Ada yang bawa martabak telur, sate ayam, bahkan ada yang menawarkan seluruh kekayaannya asal rela dipersunting. Berbagai cara dilakukan demi mencuri hati yang diinginkan banyak lelaki itu.   Ah, hati? Benarkah karena itu atau karena

#FFKamis – Gosip

gbr @Carolina Ratri “Keluarga Bu Ratih besok pindahan ya, Sar? Padahal baru tiga bulan.” “Iyah. Anak sulungnya dipindah tugaskan ke Kalimantan.” “Bukan tahu. Mas Reno aslinya buronan. Kemarin kan ada Polisi datang ke rumahnya.” “Banyak yang ngadu juga ke Pak RT kalau Bu Ratih pesugihan. Ternak tuyul gitu. Gak sekali dua

#FFKamis – Gaun Kesepuluh

  Ini yang kesepuluh kalinya aku mengganti gaun pengantin. Kali ini pun aku merasa tak akan identik dengan gaun pertama. Yang penuh dengan debaran, menggairahkan dan memabukkan. Mungkin benar kata orang yang pertama tak akan pernah terlupakan.   Tidak! Sesungguhnya ini karma yang harus ditanggung.   “Bagaimana dengan yang sekarang?”

#FFKamis – Binar Itu

  “Selamat Nak untuk kelulusannya.” Mata sayu itu berbinar terang. Aku ikut merasakan haru yang menyeruak ke suluruh nadiku. Ini ketiga kalinya aku menghadiahkan toga kelulusan hasil jerih payah ibu membiayai sekolahku. Padahal aku dicap si telinga monyet karena selalu mendapatkan angka tiga di setiap ujian. Tapi, kali ini akan berbeda.

#FFKamis – Katak dan Matahari

“Hai, Katak kenapa wajahmu muram? Lihat! Langit sangat cerah.” “Aku sedih Matahari.” “Apa yang membuatmu sedih? Apa karena cedera itu? Atau karena kaum kalian sedang berjuang mencari keadilan dari sang Raja, agar kaum ular tak semena-mena lagi memangsa kalian?” “Tidak Matahari! Aku sedih karena tidak bisa ikut demo.” “Loh, bukankah