Contoh dalam Penerapan Budaya K3

Tomoyo Rin

K3
contoh penerapan budaya K3 di Lingkungan Kerja

Budaya K3 adalah sebuah sikap yang diiringi dengan keyakinan, nilai, norma, dan persepsi sebagai sebuah dasar dalam menunjukkan perilaku yang baik terhadap keselamatan maupun kesehatan kerja. Contoh penerapan budaya K3 sebagai bentuk dalam menjalankan sistem keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang perusahaan terbitkan.

Prosedur K3 di perusahaan hukumnya tidak wajib, tetapi akan lebih baik untuk mengurangi resiko kecelakaan dibuat sistem yang jelas. Adapun contoh penerapan budaya K3 akan dibahas pada artikel kali ini.

Contents

Contoh Penerapan Budaya K3 di Perusahaan

Aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan kerja (K3L) harus menjadi komitmen bagi manajemen perusahaan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi setiap karyawan dan menjamin kesehatan pekerja.

Membuat sistem K3L maka harus membentuk organisasi atau penanggung jawab K3L terlebih dahulu. Penanggung jawab K3 harus memiliki sertifikat Ahli K3 Umum. Selanjutnya manajemen yang terbentuk harus disosialisasikan kepada karyawan.

Dengan begitu karyawan memahami apa saja yang harus mereka lakukan untuk mematuhi sistem dan menerapkan budaya K3 di tempat kerja. Setiap karyawan juga harus mendapatkan pelatihan, seperti pelatihan pemadaman, penggunaan alat-alat dengan risiko tinggi, dan sebagainya.

Sedangkan untuk penerapan contoh budaya K3 di perusahaan, yaitu:

contoh penerapan budaya K3 di perusahaan

1. Arahan dari Pimpinan Perusahaan

Pimpinan perusahaan atau yang dapat diwakilkan oleh manajemen K3 harus memberikan arahan kepada karyawan agar mematuhi sistem atau program K3. Pengarahan K3 harus berjalan secara rutin.

Contohnya melakukan pengarahan jika terjadi hal yang tidak terduga, seperti kebakaran agar karyawan tidak panik. Melainkan mengikuti arahan tanggap darurat yang telah perusahaan tetapkan.

2. Identifikasi Potensi Bahaya dan Penilaian Resiko

Manajemen K3 harus melakukan identifikasi potensi risiko bahaya di seluruh area lingkungan kerja. Misalnya pada mesin produksi, PIC K3 harus melakukan pengecekkan kondisi mesin dalam keadaan baik atau harus melakukan perbaikan atau penggantian.

Contoh lainnya penggunaan listrik di area kerja harus dalam kondisi baik agar tidak terjadi konsleting yang dapat memicu percikan api atau kebakaran. Selanjutnya, manajemen K3 harus membuat program pengendalian resiko bahaya.

3. Bekerja Sesuai Prosedur

Contoh budaya K3 di perusahaan yang wajib setiap karyawan patuhi yaitu mengikuti arahan kerja sesuai prosedur. Sebagai contoh dalam penggunaan produk kimia, maka harus mengikuti cara penggunaan yang tercantum dalam SDS produk.

4. Menggunakan Alat Pelindung Diri

Penggunaan APD di lingkungan kerja dengan risiko kecelakaan tinggi wajib untuk setiap karyawan bahkan pengunjung patuhi. Alat Pelindung Diri yang dapat digunakan yaitu sepatu safety, helmet/topi, rompi, kacamata khusus.

Beberapa perusahaan mungkin akan menerapkan APD yang lebih lengkap, seperti menggunakan pakaian anti api, kacamata keselamatan kerja, masker khusus, dan sebagainya. Untuk itu, pastikan memahami identifikasi risiko bahaya di lingkungan kerja untuk menggunakan APD yang tepat.

5. Memiliki Lisensi

Dalam menerapkan budaya K3 di tempat kerja maka memiliki lisensi tertentu juga menjadi faktor dalam keselamatan kerja. Misalnya operator forklift maka sudah mendapatkan pelatihan khusus dan memiliki SIM atau yang disebut dengan SIO Forklift.

6. Tersedianya Fasilitas Lengkap

Contoh penerapan budaya kerja kesehatan yang harus perusahaan penuhi yaitu menyediakan fasilitas tempat parkir, ruang makan, dan tempat ibadah. Hindari menggunakan ruang kerja sekaligus ruang makan untuk menjaga kebersihan.

Kebersihan lingkungan kerja juga bagian dari program K3 yang harus perusahaan patuhi. Selain itu, tempat parkir harus memadai untuk kendaraan karyawan maupun pengunjung.

7. Work Permit atau Ijin Kerja Khusus

Jika perusahaan mengadakan pekerjaan khusus yang berbahaya maka harus ada work permit atau ijin kerja. Dalam hal ini perusahaan harus memiliki prosedur khusus dan memberikan arahan kepada semua karyawan untuk melakukan hal yang harus dan tidak harus dilakukan.

Misalnya ketika akan ada pekerjaan instalasi kabel, maka pastikan karyawan yang tidak berkepentingan tidak melewati area instalasi. Lalu, pastikan juga tersedia rambu-rambu keselamatan kerja.

8. Medical Check Up (MCU)

MCU merupakan bagian dari budaya K3 di tempat kerja untuk memastikan kesehatan karyawan. Pada umumnya perusahaan akan melakukan MCU rutin minimal setahun sekali. Dalam hal ini pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter MCU yang memiliki surat penunjukan sebagai dokter MCU dan hasilnya harus dilaporkan kepada Disnaker setempat.

9. Pengelolaan Material B3

Tersedia tempat khusus untuk penyimpanan material B3 di perusahaan. Untuk tempat penyimpanan harus tersedia simbol B3, SDS produk, dan label. Selain itu, harus ada sistem dan sarana tanggap darurat.

Begitu juga dengan pengelolaan sampah atau limbah B3 harus terpisah dengan limbah umum. Perusahaan harus membedakan limbah B3 sesuai dengan jenis dan diserahkan kepada pihak ketiga yang berizin KLH.

10. Program CSR (Corporate Social Responsibility)

CSR termasuk dalam budaya K3 yang harus terpenuhi dalam program Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Kerja. Contoh program CSR yaitu memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat di lingkungan kerja, berupa pemberian PMT untuk Posyandu.

Contoh penerapan budaya K3 di atas dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan mewujudkan lingkungan kerja yang sehat bagi setiap karyawan. Namun, perlu kolaborasi yang kuat antara pimpinan perusahaan dan manajemen K3 dengan membuat program serta sistem K3 yang sesuai dengan peraturan berlaku.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.