Jenis Jenis Sertifikasi ISO Perusahaan 

Tomoyo Rin

Updated on:

K3
Jenis Sertifikasi ISO untuk Perusahaan

ISO adalah lembaga Non Government Organization (NGO) yang membentuk dan menentukan standarisasi terhadap kualitas maupun kuantitas suatu produk. Untuk itu terdapat berbagai jenis sertifikasi ISO yang dapat perusahaan atau suatu lembaga miliki. 

Dalam mendapatkan sertifikasi ISO ada lembaga khusus yang akan menerbitkannya. Tentu setiap perusahaan harus memenuhi kriteria dan mengikuti berbagai rangkaian tes. 

Lalu, apa saja jenis-jenis ISO Perusahaan? Sebelum membahas lebih jauh sebaiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu sertifikat iso.

Contents

Apa Itu Sertifikat ISO?

Sertifikat ISO adalah suatu bukti bahwa perusahaan, lembaga atau organisasi telah memenuhi standarisasi yang diakui secara global. Tujuan memiliki sertifkat ISO ini sebagai bentuk dalam mewujudkan kepercayaan dan kredibiltas.

Tentu saja sebagai bentuk jaminana bahwa setiap produk yang dikeluarkan maupun jasa yang ditawarkan memiliki dampak yang baik bagi konsumen. Selain itu, perusahaan yang memiliki sertifikat ISO dapat membantu dalam meningkatkan brand image maupun brand engagement.

10 Jenis Sertifikasi ISO 

Secara umum sertifikasi ISO tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk saja. Melainkan terdapat juga sertifikasi yang berhubungan dengan manajemen, lingkungan, dan lainnya. 

Nantinya setiap perusahaan dapat mengajukan lebih dari sertifikasi ISO sesuai dengan kebutuhan. Adapun jenis ISO, yaitu: 

penilaian sistem manajemen lingkungan dala jenis sertifikasi iso 14001

1. ISO 9001 

Dalam menjamin dan meningkatkan kualitas manajemen mutu maka perusahaan dapat mengajukan sertifikasi ISO 9001. Sertifikasi ISO manajemen mutu berlaku selama 3 tahun sekai dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan regulasi setiap tahunnya. 

2. ISO 14001

Jenis sertifikasi ISO 14001 berkaitan dengan lingkungan. Ketika perusahaan mengajukan ISO 14001 maka penilaiannya berupa sistem manajemen atau pengelolaan lingkungan apakah sudah sesuai atau tidak dengan regulasi dan standarisasi yang berlaku secara nasional maupun internasional. 

Standarisasi ISO 14001 mencakup 5 aspek penting. Mulai dari Environmental Policy, Environmental Plan, Plan Implementation, Monitoring and Corrective Actions, dan Management Review. 

3. ISO 45001 

Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) memiliki standarisasi tersendiri. Selain regulasi yang pemerintah tetapkan, maka perusahaan juga harus mengajukan sertifikasi ISO 45001 dalam menetapkan tujuan standarisasi K3. 

4. ISO 22000

ISO 22000 adalah sertifikasi untuk standarisasi manajemen pangan yang memiliki tujuan untuk keamanan pangan. Dalam hal ini secara global ditetapkan persyaratan tertentu bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang rantai makanan. 

5. ISO 28000

Bagi perusahaan manufaktur, pergudangan, atau transportasi akan lebih baik memiliki ISO 28000. Sertifikasi ISO 28000 adalah standarisasi untuk sistem manajemen keamanan rantai pasokan. 

Tujuan dari sertifikasi ISO 28000 untuk menjamin keamanan di tempat kerja dan pengamanan rantai pasokan yang melibatkan banyak aspek. Mulai dari aspekanajemen, tenaga kerja, kondisi lingkungan kerja, dan mengurangi berbagai kerugian dari gangguan maupun ancaman. 

6. ISO 31000 

Tujuan dari jenis sertifikasi ISO 3100 yaitu untuk pengujian manajemen analisis dan penilaian resiko. Pengujian resiko yang dimaksud sebagai antisipasi terhadap kerugian finansial maupun finansial yang akan perusahaan amami. Termasuk dalam mencegah kebangkrutan. 

7. ISO 13485 

ISO 13485 adalah sertifikasi untuk sistem manajemen alat kesehatan atau medis. Berlaku selama 5 tahun, Sertifikasi ISO 13485 berlaku bagi perusahaan produsen maupun perusahaan pendukung alkes.

Adanya ISO ini sebagai bentuk jaminan bahwa alat medis yang beredar sesuai standar mutu. Perusahaan juga mampu memenuhi kewajiban dalam mengedarkan produk yang aman bagi konsumen. 

8. ISO/IEC 17025

ISO 17025 untuk pengujian laboratorium dan kalibrasi. Dengan sertifikasi ISO/IEC ini diharapkan setiap hasil pengujian atau pengukuran kalibrasi sesuai dengan standar yang diakui secara internasional. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang lebih valid. 

9. ISO 37001 

Sertifikasi ISO 37001 adalah pengujian untuk sistem manajemen anti penyuapan. Dengan adanya jenis sertifikasi ISO ini untuk memberantas korupsi di perusahaan lembaga atau organisasi negeri dan swasta. 

10. ISO 27001

Keamanan data informasi sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan data. Untuk itu ada standarisasi khusus, yaitu ISO 27001. Sertifikasi ISO 27001 berkaitan dengan sistem manajemen keamanan informasi atau ISMS. 

ISMS singkatan dari Information Security Management Systems untuk mengelola keamanan aset suatu perusahaan. Selain itu, menjaga keamanan informasi data karyawan, kekayaan intelektual, dan aset berharga lainnya. 

Mewujudkan kualitas dan keamanan suatu produk maka ISO memiliki peran besar bagi perusahaan, organisasi atau lembaga. ISO sendiri dapat dipenuhi sesuai dengan jenis sertifikasi ISO yang diperlukan. 

Beberapa sertifikasi ada yang berlaku selama 3 tahun atau 5 tahun. Dengan begitu, setiap perusahaan akan melakukan update atau pengajuan penilaian ulang sertifikasi. 

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.