Parenting

Bercermin Dari Kasus Anji, Lima Situs Cek Fakta Ini Dapat Lindungi Keluarga dari Berita Hoax

5 situs cek fakta berita hoax

Halo teman-teman, dalam artikel kali ini aku ingin sedikit berbagi tentang situs cek fakta berita hoax hasil mengikuti kelas KEB Belajar Bersama MAFINDO. Pada penasaran?

Oke, sebelum itu aku penasaran kejutan apa yang diterima di awal Agustus, ini? Kalau aku masih tidak percaya dengan data statistik positif Covid-19 yang setiap harinya naik sekitar 2000 kasus/hari. Miris!

Sedih rasanya, harapan agar Pandemi Covid-19 segera berakhir perlahan lesap. Protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru semakin diabaikan banyak orang. Hadirnya virus corona seperti makhluk kasat mata yang keberadaannya antara nyata dan tiada. Bagaimana bisa banyak orang yang acuh, padahal angka kematian pun terus bertambah.

Berita lainnya yang saat ini tidak kalah mengagetkan adalah kontroversi video Anji setelah memposting hasil wawancaranya dengan Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat Herbal anti bodi yang dapat mencegah dan menyembuhkan virus Covid-19. Hadi Pranoto bahkan memaparkan bahwa anti bodi tersebut telah menyembuhkan ribuan pasien, termasuk yang dirawat di Wisma Atlet.

Sayangnya setelah berita tersebut mencuat ke publik banyak yang geram, terlebih didapati fakta bahwa Hadi Pranoto bukan ahli mikrobiologi sesuai keterangan yang tersemat di video Anji. Selain itu banyak pihak membantah pernyataan Hadi Pranoto seperti Kementrian Kesehatan, Kemenristek/BRIN, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Entah apa maksud dari Anji memposting video di kanal youtube-nya Dunia Manji, yang pasti informasi tersebut menimbulkan kegaduhan dari dua sisi yang berbeda. Ada yang merasa resah karena dapat menggiring opini yang salah dan ada juga yang menanggapi hiburan semata layaknya komedian yang tengah speak up.

Hanya saja, sangat disayangkan karena akan lebih baik jika sebagai informan lebih berhati-hati dalam membahas konten Covid-19. Tidak cukupkah ratusan informasi simpang-siur yang saat ini sudah menyebar di semua kanal dunia maya?

Stop Menyebar Berita Hoax untuk Kebaikan Kita Semua

Tak dipungkiri berita hoax menyebar dengan mudah dan cepat di semua situs internet. Sejatinya Anji yang sering menyuguhkan konten positif kini terseret kasus hukum atas videonya yang kini tengah viral, walau video asli sudah dihapus Youtube.

Lagi dan lagi banyak sekali yang terjerat UU ITE ini karena memang berita yang kebenarannya perlu di validasi tidak seharusnya meluas di internet. Berita hoax dapat menyebabkan bencana yang tidak kalah mengerikannya dengan tertular Covid-19.

Ada yang harus kehilangan nyawa karena korban fitnah setelah beredarnya berita hoax di dunia maya. Pun, beberapa orang harus berakhir di jeruji penjara karena sembarangan menyebar-luaskan informasi yang kebenarannya tidak dikonfirmasi terlebih dahulu.

Sebagai pengguna internet kita harus bisa menyaring terlebih dahulu informasi yang diterima. Pun, harus bisa mengajak keluarga lain agar tidak terjebak dalam berita palsu karena akan banyak sekali kerugian yang didapat. Seperti yang disampaikan Bang Zek yang memiliki nama asli Septiaji Eko Nugroho selaku Ketua Presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) bahwa kita seringnya membayangkan dari luar internet terlihat seperti taman bunga yang indah, padahal di dalamnya merupakan hutan belantara yang mengerikan.

KEB Belajar Bersama MAFINDO Dalam Membentuk Keluarga Anti Hoax

Kelas KEB Belajar Bersama MAFINDO yang diadakan 17 Juli 2020 membahas Tema “Membersamai Generasi Digital Natives Melawan Digital Hoax” di mana ada dua hal utama yang dibahas yaitu tentang Membentuk Keluarga Anti Hoax dan Menggunakan Tool Screen Time untuk Digital Wellbeing Anak.

KEB Belajar bersama mafindo untuk situs cek fakta

Dalam pembahasan Membentuk Keluarga Anti Hoax, kita harus memahami terlebih dahulu dampak dari berita bohong itu sendiri. Betapa mengerikannya berita hoax jika diterima apa adanya tanpa dicek terlebih dahulu kebenarannya. Masih ingat tidak tentang berita penculikan anak yang menyamar jadi penjual, orang gila dan lainnya? Berita itu menyebar begitu cepat hingga ke kampung halamanku yang berada di pedalaman. Faktanya? Hoax!

Bahkan di Kendal ada yang kehilangan nyawa setelah dikeroyok masa yang termakan isu hoax penculikan tersebut. Miris! Semengerikan itulah internet teman-teman. Oleh sebab itu kita memang harus hati-hati dalam menggunakan jempol kita karena suatu hari nanti dapat menjadi bumerang. Kita harus ingat internet adalah medan perang yang bisa membuat hidup kita lebih baik, atau sebaliknya.

dampak berita hoax kunjungi situs cek fakta

Pada akhirnya kembali kepada pilihan masing-masing, namun jangan sampai hanya menyisakan penyesalan dikemudian hari karena saat terjebak dalam masa lalu akan sulit menemukan pintu keluar. Seperti yang dirasakan Gan Pil-ong seorang veteran perang dalam drama It’s Okay Not Be Okay.

Sekembalinya dari perang, hidupnya tidak sama lagi, penuh penyesalan dan selalu teringat anak-anak tidak bersalah yang mati ditangannya.
Tentunya kita tidak ingin bukan jari kita atau keluarga kita terjerumus dalam kesalahan yang fatal. So, agar tetap aman dalam menerima informasi yang beredar di sosial media atau kanal lainnya bisa cek dulu kebenarannya di situs cek fakta terpercaya.

Situs Cek Fakta Berita Hoax

Berikut ini adalah lima situs cek fakta berita hoax yang bisa tema-teman kunjungi. Silahkan diingat!

  1. TurnBackHoax.ID
  2. CekFakta.com
  3. Cekfakta.tempo.co
  4. Cekfakta.kompas.com
  5. Tirto, dan sebagainya.

Selain situs-situs di atas bisa juga download aplikasi HBT (Hoax Buster Tools) persembahan MAFINDO di playstore dan IOS.

Teman-teman jangan langsung percaya dengan berita yang kita terima. Sekalipun itu dari platform yang terpercaya karena antara benar dan batil itu perbedaannya sangat tipis. Yuk, lindungi keluarga kita dari berita hoax dengan selalu cek fakta terlebih dahulu. Oh, iya jangan malas untuk melakukan hal ini saat mendapatkan suatu informasi, ya.

  • Membaca informasi di internet, medsos, harus Lateral Reading bukan Vertical Reading.
  • Jangan terburu-buru sehingga tidak teliti dalam mencerna informasi yang tengah dibaca.
  • Jangan malas cek fakta di situs-situs terpercaya.

Ada pendapat lain tentang cek fakta berita hoax? Jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar. Nantikan informasi penting tentang Menggunakan Tool Screen Time untuk Digital Wellbeing Anak di postingan terpisah.

Tentang Penulis

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

(23) Komentar

  1. Emang harus banget ya Mba zaman sekarang ini cek kebenaran berita, karena gak jarang, ada banyak berita hoax tersebar di luaran sana

  2. Banyak yaa ternyata situs cek fakta ini. Saya kayaknya baru cobain beberapa, yang TurnBackHoax sama cekfakta itu aja.

  3. Saya dengar juga soal kasus Anji. Kasihan ya banyak pihak membantah pernyataan Hadi Pranoto seperti Kementrian Kesehatan, Kemenristek/BRIN, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Saya jadinya kasihan karena saya lihat ANji ini memang pengen berbagi, cuma dia kepelesat, gak ngecek dan ricek dulu narsumnya. Serta cross check ke sumber lain.

  4. Gak habis pikir dah ama ulah Anji dan sejumlah seleb/content creator yg hobi bgt nyebar hoax.
    Semogaaaaa kita semua bisa crosscheck dan melek literasi ya

  5. AKu suka baca artikel2 di website Tirto 🙂 Di laman2nya bagus tulisannya terpercaya deh. Trus kasus Anji itu wah makin kompleks aja ya gara2 waawancara doang tapi Anji sepertinya ga ngulik2 berita kebenarannya juga dan narasumbernya masih gimanaaa gitu.

  6. Semenjak jadi blogger dan suka nulis dan otomatis suka baca referensi2, aku sekarang jadi banyak belajar dan mulai bisa memilah mana website yang beritanya benar dan mana yang hoax, kelihatan sih dari struktur beritanya dan kedalaman konetennya. Trus yang hoax itu biasanya judulnya clik bait bangett (walau ga semua yang click bait hoax ya). Biasanya suka misuh2 sendiri akutu kalau berita hoax udah kesebar di grup keluarga dan sekolah, bikin orang makin ga percaya covid, gemesh banget

  7. Nah iya beneran deh aku juga melihat masa adaptasi ini orang seakan makin santai dan kayak gak takut. Kalau untuk berita hoax ini ya aduh kesel juga sebenarnya apalagi dibeberapa grup whats app baik keluarga dan teman-teman suka ada yang share berita hoax.

    Harusnya ya para public figure ataupun content creator itu bisa menggunakan itu untuk edukasi bukan membuat konten yang berseberangan. Karena pengikut merekakan cukup banyak ya.

  8. menulis:

    Aku juga sempat nonton video Anji setelah viral. Dan heran juga bila ada yang percaya omongan narasumber di dalamnya. Yah sekarang emang banyak banget hoax yang beredar terkait Covid-19. Terutama di WAG. Dan saya melihat banyak yang percaya pada berita-berita yang sudah di fw dari mana kemana sehingga gak jelas lagi sumbernya. Emang kita perlu banget ada situs cek fakta ini

  9. Emang penting banget ya cek fakta, mencari sumber lain yang terpercaya.
    Lateral reading itu maksudnya gimana mbak?

  10. Sangat d sayangkan kasus Anji, udah aja ya dia ngulik musik karena ahlinya, ikutan isu yg lg hangat salah narsum jd kepeleset

  11. Wah, ada ya web cek fakta begini. Aku catet ah, biar nanti bisa Bangkal hoax yang banyak beredar di WAG keluargaku nih. Bikin geleng-geleng kepala deh.

  12. Miris memang dengan perkembangan informasi di dunia maya belakangan ini. Banyak berita yang gak jelas sumbernya dan bisa membohongi publik.
    Kebanyakan masyarakat juga jadi bingung, mana yang benar atau salah. Jadi harus bisa cek dan ricek juga ya..

  13. Kalau aku liat sih Anji ini niatnya baik. Buat nyari solusi covid 19 dan menebarkan positif vibes. Etapi caranya yg salah. Pertama nara sumber yg dia pake. Kedua dia gak crosscheck dulu ttg yg dia bicarakan. Terkesan menggebu demi mendapatkan citra positif. Akhirnya jd salah. Memang paling penting kita harus paham sekali dg cara menghindari hoax. Agar gak terjadi hal demikian.

  14. Setuju angka makin tinggi ini malah diabaikan. Sayang sebenarnya kasus anji krn dia g mau kalah jadi terus bikin konten sanggahan. Well, darikita yg emang harus pintar2 nangkis hoax ya mak

  15. Baru tau nih ada webiste-website yang fakta dan aktual. Memang harus bijak dalam menyaring-nyaring informasi kalau tidak ya bakal menyesatkan orang-orang yang kita info juga. Jadi malu sendiri deh membagikan berita hoax

  16. Aku suka juga niih…mengikuti berita yang sedang viral.
    Alasannya, karena dari sini akan terlihat sendiri faktanya bagaimana. Masyarakat saat ini sudah sangat cerdas…

  17. Situs cek fakta ini penting banget dan harusnya masyarakat kita memamfaatkan dengan baik ya biar gak jadi korban hoax

  18. Aku pernah ikut dengerin sharing bersama Mafindo, sebelum ada pandemi waktu itu. Jadi punya bekal deh kalo ada saudara atau teman yang share di grup WA, aku langsung cek di 5 situs web di atas.

    Anji kena batu ya gara-gara share wawancaranya di youtube. Semoga banyak yang mengambil pelajaran dari kasus ini

  19. I dont know detail case of Anji. But since for a long time i never believe his statement in his video. I just like his song or like listening his singginh

  20. I hate hoaxes as it brings nothing but silly controversy and bad intentions. In this digital era, we have to be SMART in identifying hoaxes, misinformation and bad information

  21. Adanya situs cek fakta membuat masyarakat nggak gampang dibodohi lagi ya mba dengan berita hoax. Asli banget beritanya sekarang banyak yang nggak jelas kadang.

  22. Aku juga tidak habis pikir mba.. di saat seperti ini yang banyak merebak justru hoax yang tidak jelas

  23. Aku kurang meratiin jagak youtuber sih. Emang Anji itu sengaja nyebarin hoak atau dia belum tahu, lalu tanpa piki panjang menyiarkan ke masyarakat. Karena kayaknya bodoh aja kalau mempertaruhkan karir dia yang bagus cuma buat hoak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.