sensasi rafting di sungai palayangan pangalegan bandung
Wonderfull Indonesia

Sensasi Rafting di Sungai Palayangan Situ Cileunca Pangalengan Bandung

Rafting atau Arung Jeram adalah salah satu kegiatan yang ingin dilakukan beberapa tahun belakangan ini. Melihat teman-teman bertualang menelusuri arung-arung sungai dengan aliran air yang mengalir deras menciptakan adrenalin tersendiri. Ya, memang begitulah rasanya. Antara deg-deg-ser dan ketagihan.

Kegiatan outdoor ekstrem satu ini memang menarik perhatian wisatawan. Tidak harus yang berpengalaman, yang belum pernah sekali pun bisa mencobanya karena akan ada Skipper yang bertugas memberikan intruksi. Pun, dengan peralatan safety yang dikenakan seperti baju pelampung dan pelindung kepala.

Baca Juga: Liburan Keluarga di Pangalengan Bandung

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Rafting

menunggu tim lain

Sekitar pukul 09.00 WIB kami sekeluarga sudah mendapatkan pengarahan dari pemandu. Sebelum itu ada pembagian kelompok, di mana dalam setiap kelompok harus campur antara perempuan dan laki-laki. Sebaiknya menyesuaikan berat badan juga. Jangan sampai dalam satu kelompok isinya peserta berbadan besar semua. Hal tersebut untuk menyesuaikan keseimbangan.

Pengarahan yang disampaikan tentang menggunakan pakaian pelindung dan helm yang tepat, serta kondisi saat terjatuh. Ada pun lengkapnya bisa cek di bawah ini:

  1. Life Jacket – Baju Pelampung
    Menggunakan baju pelampumg jangan sampai terlalu kencang karena saat terjatuh akan membuat sesak. Dan, tidak terlalu longgar juga di mana kondisi tersebut akan lepas saat terjatuh. Sangat bahaya, apalagi jika tidak bisa berenang, oleh karena itu gunakan baju pelampung senyaman mungkin dengan pengikat yang pas.
  2. Helm
    Penggunaan pelindung kepala satu ini juga jangan sampai talinya terlalu kencang hingga menekan dagu. Batas tali ke dagu sekitar dua jari tangan. Karena ada berbagai pilihan ukuran, pilihlah yang sesuai ukuran kepala kita.
  3. Saat kondisi jatuh
    Ini sangat penting. Jika terjatuh kaki harus dalam keadaan rapat agar saat menabrak batu atau benda lainnya bisa ditahan dengan kaki. Jika terbuka? Bayangkan saja sendiri. Tsah.
  4. Tetap Tenang
    Jangan panik saat terlempar dari boat, lakukan saja apa yang diintruksikan. Walau dalam kenyataannya pasti lebih menegangkan, diusahakan agar tetap tenang karena pasti akan ada yang menolong. ssekalipun posisi jatuh jauh dari perahu karet, Skipper akan melemparkan throw bag atau tali lempar untuk menarik mendekati boat.
  5. Percaya pada Tim
    Masih berhubungan dengan poin 4, kondisi tenang akan lebih kuat jika kita percaya pada kelompok. Mereka tidak akan membiarkan kita terombang-ambing di arus sungai dalam jangka waktu lama.

Kurang lebih 5 poin di atas yang kami dapatkan saat pengarahan. Sebagai tambahan sebelum menikmati aktivitas satu ini harus mengenakan pakaian yang nyaman dan sendal atau sepatu yang tidak mudah lepas saat tersapu air.

Sensasi Arung Jeram yang Super “WOW”

Setelah, peralatan safety sudah dikenakan tibalah saatnya mendayung di arus sungai. Di Pangalengan ini, menuju lokasi rafting harus menyebrangi Situ Cileunca dengan menaiki perahu karet sebagai ajang pemanasan.

menuju titik awal rafting

Sesekali pemandu dari boat lain menciptrakan air danau, begitu pun sebaliknya membuat ketegangan semakin lesap. Akan tetapi, saat tiba di titik awal rafting, melihat derasnya aliran air sungai rasa gugup kembali menjalar.

Setelah doa terpanjat dalam hati, dan dayung mulai menyapu air jantung semakin tidak karuan. Sambil memegang tali yang berada di samping boat aku mulai mengatur nafas. Walau akhirnya sia-sia karena ketegangan tidak terihindarkan saat menuruni air terjun yang tidak begitu tinggi, namum sukses membuat histeris.

Perahu sesekali membentur batu yang ukurannya lumayan besar. Lebih mengerikan saat melewati batu dengan ujung lancip ”bagaimana jika perahuna, bocor?” Pikirku. Namun, pemandu dengan lihai mendyung melewati setiap rintangan.

Saat arus tidak begitu memberontak, aku mencoba menikmati suasana alam disekitar sungai. Banyak pohon pinus yang menjulang tinggi. Di beberapa titik ada yang tengah berkemah, bahkan ada camp khusus yang berupa rumah kayu berukuran kecil. Mendadak aku ingin bermalam di sana. Menikmati malam di pinggir sungai di tengah hutan.

Setelah hampir 30 menit kami tiba di titik akhir berpetualang dengan sungai. Alhamdulillah tidak ada yang terjatuh. Tapi team lain ada yang menceburkan diri dengan sukarela menikmati air sungai yang begitu dingin.

Pulangnya sudah disediakan kendaraan karena akan melewati jalan menanjak melewati kebun teh. Senang rasanya disuguhi pemandangan perkebunan yang indah. Rasa dingin tidak terasa lagi, jika ada waktu aku ingin bersantai di kebun teh sambil memandangi langit cerah.

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

19 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.