taman-bunga-pandeglang-yang-mempesona
Wonderfull Indonesia

Taman Bunga Pandeglang, Pelangi di  Daratan yang Mempesona

Sabtu siang itu, aku bersama Si Aa berkunjung ke Taman Bunga Pandeglang yang memiliki sebutan lain Kampung Jambu. Dengan mengandalkan google maps, akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Dari luar tidak ada yang spesial, terutama akses jalan masuk dari jalan utama menuju taman bunga kurang baik. Jalan hanya bisa dilalui satu mobil, sehingga jika ada mobil dari arah berlawanan harus ada yang mengalah.

Pun, dengan cuaca yang kurang begitu mendukung. Pagi-pagi Banten sudah diguyur hujan. Sehingga tiba di lokasi, langit masih kelabu. Walau sang surya, mulai menampakan cahayanya. Sedikit menyilaukan mata saat menengadah.

Motor kami parkir di pekarangan warga yang khusus disediakan untuk para pengunjung. Biaya parkir seharian tiga ribu rupiah saja. Untuk kendaraan roda empat sekitar lima ribu rupiah. Sangat murah untuk ukuran objek wisata. Karena kalau belanja ke Indomaret/Alfamart, baru sebentar saja harus bayar dua ribu rupiah. Sungguh kenyataan yang menyakitkan. lol.

taman-bunga-kampung-jambu-pandeglang

Suge. Satu kata itu langsung terucap saat memasuki kawasan Taman Bunga Pandeglang Banten. Hamparan bunga menyambut dengan kilauan warna merah-kuning-ungu-putih. Ibarat pelangi, inilah pelangi menakjubkan yang ada di daratan. Berkilauan dan membuat hati tentram.

Tanpa pikir panjang, keindahan itu langsung diabadikan. Kupu-kupu berterbangan kesana-kemari. Lalu, hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya mengisap nektar. Dua ekor kupu-kupu terlihat saling beradu sayap, mengelilingi bunga matahari yang hampir layu. Beberapa pengunjung tertawa gembira saat berswafoto. Dua anak kecil saling berkejaran diantara lorong-lorong bunga. Ah, di sini hanya ada kebahagiaan seperti bunga-bunga yang bermekaran.

Baca Juga : Ichiban Sushi Mall of Serang, Maguro Sashiminya Bikin Nagih

Wisata Taman Bunga Pandeglang Banten

timun-besar
Buah apa ini?

Taman Bunga Pandeglang sebuah objek wisata alam murah meriah di Banten. Para pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan bunga Celosia berwarna merah dan kuning, Jengger Ayam, Zinnia, bunga Matahari dan lainnya. Selain itu, tersedia beberapa spot untuk berswafoto dengan pemandangan sekeliling yang menakjubkan. Dikelilingi hamparan bunga, sawah dan pemandangan pegunungan nan jauh di sana.

Taman Bunga yang terletak di Sukasari Kaduhejo Pandeglang ini dapat menjadi salah satu pilihan wisata di akhir pekan. Entah itu bersama keluarga, teman, dan orang terkasih lainnya. Di jamin tidak akan kecewa, apalagi nguras dompet. Cukup dengan mengeluarkan kocek Rp.7000/orang. Harga tiket masuk Taman Bunga Pandeglang tersebut sudah dapat minum Fruit Tea Pouch.

Selain itu, di dalam kawasan wisata taman bunga terdapat lahan yang dipenuhi pohon jambu. Mungkin karena itulah disebut sebagai Kampung Jambu. Sedangkan untuk fasilitasnya sendiri ada gajebo untuk bersantai dan ibadah, kamar mandi, tong sampah, dan warung untuk jajan maupun untuk membeli oleh-oleh. Seperti, bibit bunga dan sayuran, serta pupuknya.

gajebo-dan-tong-sampah
Gajebo dan Tong Sampah

Karena bunga yang bermekaran begitu indah, tempat di sini sangat bersih. Kebersihan memang harus diutamakan, bukan? Oleh karena itu saat bermain di sini ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung, yaitu:

  1. Dilarang membuang sampah sembarangan. Tersedia 3 tong sampah sesuai jenis sampahnya.
  2. Dilarang memegang bunga. Biarkan mereka bermekar apa adanya.
  3. Dilarang memetik bunga.

Sebagai pengunjung yang baik wajib mentaati semua peraturan yang sudah ditentukan pengelola. Merusak milik orang lain bukanlah tindakan yang terpuji. So, buat teman-teman yang berada di daerah Pandeglang dan sekitarnya, sudah berkunjung ke Taman Bunga Pandeglang ini?

bunga-gelosia-red

 

Berikut alamat Taman Bunga Pandeglang Banten

___________

Suge, berasal dari kata ‘sugoi’ dalam bahasa Jepang yang memiliki arti keren, sangat indah,

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

26 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.