tiga cara jitu mengalihkan anak kecanduan gadget
Parenting

Tiga Cara Jitu Mengalihkan Perhatian Anak Kecanduan Gadget

Polemik orang tua yang membesarkan anaknya di zaman milenial adalah cara mengatasi anak agar tidak kecanduan gadget. Tidak dipungkiri, kehadiran gadget, salah satunya adalah smarthphone telah mengambil alih hampir seratus persen kehidupan manusia.

Mau makan tinggal ambil hp. Mau buat janji temu tinggal kirim pesan langsung beres. Berbeda sekali dengan zaman dulu, untuk melepas rasa rindu pada orang tersayang yang berjauhan pasti menggunakan surat. Penggunaan telepon masih sangat jarang dan tentunya hanya kalangan elit saja yang memilikinya.

Sedangkan sekarang hanya dengan sentuhan jari semua hal dapat dilakukan. Tidak dipungkiri juga banyak sekali manfaatnya, mendekatkan yang jauh, mempermudah yang sulit, dan pada akhirnya menimbulkan ketergantungan.

Gadget seperti jendelanya dunia, yang menampakan segala hal tidak terbatas. Hingga ketidakterbatasan itu menimbulkan berbagai masalah dari menyebarnya konten-konten yang berbau SARA, berita hoaxs, ujaran kebencian yang menimbulkan kegaduahan dan tontonan-tontonan yang tidak baik untuk anak-anak.

Pada akhirnya membuat negara-negara di dunia membuat undang-undang khusus ITE, salah satunya Indonesia. Hal tersebut demi keamanan dan kenyamanan.

Selain itu sadar atau tidak sadar gadget membuat kita menjadi malas dan menyia-nyiakan waktu. Sering bukan berselancar di dunia maya yang ternyata menghabiskan banyak waktu, sedangkan pekerjaan banyak yang terbengkalai. Begitu juga anak-anak, keasyikan dengan gadget membuatnya enggan melakukan hal lain.

Baca Juga : 3 Gejala Penyakit Berbahaya Pada Anak yang Harus di Waspadai

Peran Orang Tua Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

peran orang tua dalam kehidupan anak

Disinilah peran orang tua harus bisa mengajak anak agar memahami fungsi gadget itu sendiri. Semua hal dengan mudah dapat dilakukan dengan gagdget, namun tetap saja ada nilai-nilai tradisional yang tidak bisa tergantikan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya adalah interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Contoh sederhana interaksi dengan keluarga. Seberapa sering kita berbincang ria dengan keluarga tanpa melibatkan smarthphone? Jawab masing-masing saja ya. Hehe.

Sebagai working mom yang bekerja seharian penuh, berbincang dengan anak baru bisa dilakukan saat malam. Itu pun paling lama dua jam dengan jeda waktu satu jam. Biasanya setelah shalat magrib dan sebelum tidur, karena si kecil kalau tidur suka merengek agar semua laptop dan handphone dimatikan. Anaknya tidur, emaknya juga harus tidur. Hehe

Sebagai orang tua tentunya aku bisa memaklumi, semakin usianya dewasa dia sudah mulai merasakan kesepian karena aku kerja. Walau di rumah dia tidak sendiri, tetap saja seorang anak itu tidak bisa jauh dari ibunya. Setuju, gak?

Masalah smarthphone ini, si kecil saat usia satu sampai dua tahun tidak memiliki ketertarikan. Dia malah sering lempar handphonenya. Nah, semenjak usia dua tahun lebih jadi betah nonton video di youtube. Channel yang di sukanya Pink Fong versi korea dan lagu-lagu dady finger. Kalau sekarang lebih senang dengan chanel anak-anak gitu.

Paling anteng kalau sudah megang handphone dan mulai ketergantungan. Alhasil emak harus membatasi dong. Betul! Sudah dibatasi dengan diberikan jadwal khusus tapi kurang mempan.

Suami sempat bilang pakai cara yang sempat viral. Di mana mata si anak di hitamin. No! aku tidak setuju karena pada akhirnya akan menimbulkan trauma dan takutnya malah menimbulkan imajinasi yang aneh-aneh.

Aku meyakini hanya ada satu cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk menghindarkan anak dari ketergantungan handphone. Menjauhkan pandangan anak dari handphone.

Setuju?

Baca Juga : Lakukan 3 + 1 Hal Ini untuk Mencegah Stunting Pada Anak

Tiga Cara Jitu Agar Anak Tidak Ketergantungan HP

buku untuk mengalihkan anak kecanduan gadget

Gadget memang membantu anak dalam belajar banyak hal, tetapi kalau sudah ketergantungan bahaya juga. Alhasil untuk mengalihkan pandangan si kecil dari gadget aku mempraktikkan tiga cara mengalihkan anak kecanduan gadget berikut ini:

1. Mengajak Bermain

Seberapa sering mengajal anak bermain? Jika masih dalam hitungan jari, yuk, ajak anak untuk bermain dan bercengkrama bersama-sama. Hal tersebut bagus untuk meningkatkan bonding dengan anak. Apalagi jika jarang bertemu anak karena sibuk bekerja. Anak akan merasa senang dan merasa tidak diabaikan orang tuanya.

2. Berikan Buku

Memberikan buku adalah cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengalihkan anak dari hp. Berikan buku yang sesuai usianya. Jika masih balita dan belum bisa membaca, berikanlah buku bergambar yang beragam. Misalnya tentang dunia hewan, alat transportasi, bilangan dan lainnya.

Bisa juga membeli buku puzzle untuk mengasah otak anak.

3. Mengajak Refreshing

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga butuh suasana baru untuk mendapatkan hal-hal baru yang dilihat atau didengarnya. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengajak refreshing yaitu bisa mengajak jalan santai di sekitaran rumah, pergi ke taman bermain, menonton di bioskop, atau bisa juga berlibur ke objek wisata yang ada di dalam maupun luar negeri.

Ajak anak untuk mengeksplor lebih banyak hal-hal baru yang belum dilihatnya secara langsung. Hal tersebut juga dapat mengasah kemampuan kognitif anak. Terutama, untuk anak-anak balita yang tahap perkembangan daya ingatnya masih bagus dan harus diasah sebaik mungkin.

Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak dari handphone. Di atas hanyalah contoh yang aku terapkan selama awal tahun 2020. Dan hasilnya sukses, walau sesekali aku suka mengajak menonton youtube untuk mendengarkan lagu anak, namun tidak sampai lama. Kalau sudah bosan dia akan mengabaikannya dan memilih bermain dengan mainannya.

Si kecil lebih senang bermain di wahana bermain anak-anak. Sampai pernah tidak mau pulang. Hal tersebut mebuktikan bahwa bermain langsung lebih menarik minat anak dibandingkan hanya menonton saja lewat youtube.

Demikianlah Mak, cara aku mengalihkan pandangan anak agar tidak kecanduan gadget. Barangkali punya saran lain boleh dong sharingnya di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.