Kenali Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Penyebab, dan Gejala

Tomoyo Rin

waspada gagal ginjal akut pada anak anak

Beberapa waktu lalu di WAG sekolah,  wali kelas Si Bule mengirimkan video mengenai gagal ginjal akut pada anak. Video berdurasi 10 menit, memberikan pukulan keras bagi aku untuk lebih waspada terhadap penyakit gagal ginjal.

Pada tahun 2022, terdapat 189 kasus anak-anak usia 1-5 tahun didiagnosa gagal ginjal. Bahkan pada rentang  tahun 2022-2023, penyebab gagal ginjal akut pada anak akibat konsumsi obat sirup mengandung Etil Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG) melebihi ambang batas. 

Walau begitu, yang harus orang tua waspadai bahwa penyebab gagal ginjal bisa oleh banyak faktor. Salah satunya konsumsi makanan tidak sehat, terutama makanan kemasan siap saji. 

Contents

Penyebab Gagal Ginjal Akut Pada Anak

penyebab gagal ginjal akut pada anak

Gagal ginjal akut (acute kidney injury, AKI) pada anak-anak adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan ginjal tidak dapat menyaring limbah dan cairan dengan baik. 

Banyak faktor penyebab anak-anak mengalami gagal ginjal akut, diantaranya: 

1. Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat penyebab utama anak-anak mengalami gagal ginjal. Misalnya saat anak mengalami muntah, diare, demam tinggi, atau kurangnya asupan cairan. 

Kondisi tersebut menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Sehingga volume darah yang beredar berkurang dan menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun. Inilah yang menyebabkan ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

2. Infeksi (Sepsis)  

Infeksi bakteri berat (sepsis) dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Ketika infeksi menyebar ke seluruh tubuh mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis. Dengan begitu, aliran darah ke ginjal menjadi terbatas. 

Selain itu, toksin dari bakteri dapat merusak jaringan ginjal secara langsung.Oleh karena itu, waspada dengan infeksi bakteri berat atau sepsis ini. 

3. Obat-Obatan dan Zat Beracun

Beberapa obat atau bahan kimia dapat merusak ginjal anak-anak, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Obat-obatan seperti antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan antibiotik tertentu (misalnya aminoglikosida) dapat mempengaruhi kesehatan ginjal pada anak. 

Perhatikan juga zat toksik lainnya seperti logam berat atau etilen glikol pada obat sirup karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut. Berikan obat sirup sesuai rekomendasi dokter dan organisasi kefarmasian pafikaur.org.

4. Kondisi yang Menghambat Aliran Darah ke Ginjal

Beberapa kondisi yang mempengaruhi aliran darah ke ginjal dapat menyebabkan AKI. Misalnya, gagal jantung, syok hipovolemik (penurunan volume darah yang drastis), atau penyakit hati yang parah dapat mengurangi pasokan darah ke ginjal.

5. Sindrom Hemolitik Uremik (SHU)

Sindrom Hemolitik Uremik (HUS) adalah penyebab umum gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama setelah infeksi bakteri *Escherichia coli* (E. coli) tertentu. Bakteri ini menghasilkan toksin yang dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengakibatkan gagal ginjal akut.

Umumnya kondisi tersebut sering terjadi setelah anak mengalami diare berdarah akibat infeksi bakteri. Untuk itu, waspadai saat anak mengalami diare berat. 

Gejala Gagal Ginjal Pada Anak-Anak

Dari penyebab diatas, pastikan orang tua selalu waspada ketika anak-anak mengalami beberapa gejala gagal ginjal berikut ini:

  • Penurunan jumlah urin atau tidak buang air kecil sama sekali, dan perubahan warna menjadi pekat coklat.
  • Demam tinggi, batuk, dan pilek
  • Pembengkakan pada tubuh, terutama pada wajah, tangan, atau kaki (edema)
  • Lemas atau kelelahan ekstrim
  • Nafsu makan berkurang
  • Mual atau muntah karena adanya gejala infeksi saluran cerna. 
  • Tekanan darah tinggi
  • Nafas pendek atau sesak napas

Jika mengalami gejala tersebut segera periksa ke dokter. Pastikan juga orang tua selalu memperhatikan kesehatan anak-anak, dengan memberikan makanan sehat bergizi dan memberikan obat yang sesuai standar farmasi Indonesia pafikaur.org.

Satu pemikiran pada “Kenali Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Penyebab, dan Gejala”

Tinggalkan komentar