Dampak Krisis Iklim yang Memicu Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia

Tomoyo Rin

dampak krisis iklim bagi Indonesia terhadap bencana alam

Tanah Longsor di Padang dan Aceh, serta banjir yang bandang yang melanda medan akhir-akhir ini adalah bukti dari dampak krisis iklim. Hutan di Sumatera sudah banyak menghilang karena deforestasi, sehingga saat musim hujan datang tanah tidak mampu lagi meresap air hujan.

Belum cuaca ekstrim karena krisis iklim menjadikan curah hujan semakin tinggi. Sayangnya dari data https://dlhlimapuluhkota.org/ masih yang menyepelekan tentang krisis iklim, yang mana faktanya bukan sekedar fenomena alam melainkan peringatan keras bahwa bumi semakin terpuruk.  

Contents

Apa Itu Krisis Iklim?

Krisis iklim adalah perubahan iklim yang berlangsung dalam jangka panjang dan berawal dari pemanasan global. Meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global, berdampak besar terhadap iklim. 

Hal yang jarang orang ketahui bahwa krisis iklim menimbulkan efek domino berupa cuaca ekstrim, kekeringan, ancaman ketahanan pangan, dan masih banyak lagi. Jadi, ini bukan sekedar isu belaka karena setiap hari kita sudah merasakan bagaimana cuaca tidak menentu.

Bahkan tidak hanya di Indonesia, hampir di seluruh dunia yang memiliki banyak musim mereka menyadari bahwa cuaca mulai tidak menentu. Musim panas banyak dilanda kekeringan dan kebakaran hutan, sedangkan musim penghujan terjadi tanah longsor dan banjir. 

Terjadi pemanasan global, perubahan iklim, hingga krisis iklim adalah dari aktivitas manusia sehari-hari. Seperti pemakaian bahan bakar fosil, industri yang menghasilkan gas karbon, termasuk deforestasi. 

Padahal hutan adalah paru-paru bumi yang dapat menjaga suhu bumi tetap stabil. Hutan memiliki peran besar dalam menyimpan cadangan oksigen dan menyerap karbondioksida.

https://dlhlimapuluhkota.org/ meyebutkan hutan Indonesia telah banyak yang menghilang sekitar 2 juta hektar atau sebesar 58% antara rentang waktu 2016 – 2022. Mirisnya bahwa hutan yang hilang merupakan hutan alam yang memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan dari krisis iklim. 

Dampak Krisis Iklim Bagi Indonesia

dampak krisis iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem

Dampak krisis iklim bukan sekedar isu, karena masyarakat Indonesia sudah banyak yang mengalami kerugian secara material maupun emosional. Seperti:

Naiknya Permukaan Air Laut

Sudah banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir harus mengungsi karena naiknya permukaan air laut. Contohnya masyarakat pesisir di Demak yang harus mencari tempat tinggal baru karena banjir rob. 

Kebakaran Hutan

Kalimantan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sering dilanda kebakaran hutan, padahal hutan kalimantan merupakan paru-paru kedua dunia setelah Amazon. Suhu bumi yang terus meningkat dan deforestasi menjadikan kebakaran hutan sulit untuk dihindari. 

Tanah Longsor dan Banjir

Bencana tanah longsor dan banjir tahun 2025 ini yang melanda Padang, Aceh, dan Medan menjadi fenomena yang menyayat hati. Padahal Sumatera termasuk wilayah yang memiliki luas hutan 15.6% dari total luas hutan di Indonesia. 

Sayangnya banyak hutan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit dan tambang. Tidak heran cuaca ekstrim yang melanda Sumatera menyebabkan bencana yang penuh dengan duka dan derita, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera tetapi seluruh Indonesia. 

Kekeringan 

Indonesia sebagai negara tropis, namun masih banyak daerah yang kekurangan air bersih. Saat musim kemarau banyak wilayah yang justru dilanda kekeringan, sehingga petani sulit untuk panen. 

Krisis iklim adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup manusia maupun seluruh makhluk yang ada di bumi. Untuk itu, penting melakukan mitigasi terhadap krisis iklim agar tidak menimbulkan dampak yang semakin besar lagi. 

Pemerintah harus memiliki regulasi ketat terhadap deforestasi hutan dan hentikan perluasan kebun sawit. Perkebunan sawit menjadi salah satu penyumbang terbesar Global Warming, begitu juga dengan pertambangan. 

Tinggalkan komentar