Pahami Cara Kerja AC yang Membuat Ruangan Sejuk dan Dingin

Tomoyo Rin

cara kerja AC dalam ruangan

Hampir setiap rumah di daerah beriklim tropis memiliki Air Conditioner agar suhu ruangan tidak panas. Namun, apakah kamu tahu cara kerja AC sehingga membuat ruangan yang tadinya panas menjadi dingin?

Sebelum membahas lebih lanjut, kamu juga perlu tahu komponen pada AC. Tentunya Air Conditioner sebagai alat pengkondisi udara ini harus bekerja maksimal dan optimal agar ruang lebih sejuk di tengah suhu panas yang tinggi.

Contents

Komponen Utama AC 

komponen utama AC

Air Conditioner atau AC adalah seperangkat alat elektronik yang dapat mengoptimalkan suhu dalam ruangan menjadi dingin dan sejuk. Yang mana cara kerja sistem AC yaitu untuk membuat ruangan menjadi dingin dengan menyerap udara panas dan melepaskannya ke luar ruangan.

Oleh sebab itu, suhu ruangan yang panas bisa menjadi dingin ketika AC menyala. Namun, untuk mengubah panas menjadi dingin perlu beberapa komponen yang harus ada dalam AC.

Setidaknya ada 4 komponen utama yang harus menjadikan Air Conditioner dapat bekerja optimal, yaitu:

1. Kondensor AC

Kondensor berfungsi untuk mengubah gas menjadi cairan dan menurunkan suhu pada refrigeran. Umumnya pada kondensor terdapat pipa dengan desain berliku dan bersirip yang mana bertujuan untuk melepaskan panas lebih cepat.

2. Kompresor

Layaknya jantung manusia, cara kerja kompresor AC yaitu memompakan refrigeran ke seluruh komponen AC. Kompresor terdiri atas pipa tekan dan hisap yang memiliki dua tekanan, yaitu rendah dan tinggi.

3. Evaporator

Jika kondensator mengubah gas menjadi zat cair, Evaporator kebalikannya. Karena, Evaporator menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran. Lalu, refrigeran akan mengubah zat cair menjadi gas dengan melewati pipa kapiler.

4. Pipa Kapiler

Fungsi pipa kapiler pada AC yaitu untuk menurunkan tekanan refrigeran dan mengubah gas menjadi cairan, serta mengatur cairan refrigeran yang mengalir dari kondensor. Pipa Kapiler termasuk pipa yang wajib ada ketika pergantian kompresor. Untuk kebutuhan pipa kapiler cukup menggunakan pipa dengan panjang 80-100 cm.

Selain 4 komponen di atas, ada beberapa komponen tambahan agar AC dapat bekerja dengan baik. Seperti drien strainer yang sudah terpasang pada AC.

Drien strainer memiliki fungsi dalam menyaring dan menyerap debu agar udara yang dihasilkan tetap bersih. Fungsi AC memang tidak hanya untuk mendinginkan ruangan saja, tetapi untuk menjaga kelembapan dan kualitas udara yang segar dan bersih.

Selain itu, ada accumulator untuk menampung cairan refrigeran bersuhu rendah dan menjaga aliran ke Kompresor tetap lancar. Lalu, ada fan atau kipas untuk membantu kondensator dalam membuang kalor atau panas ke luar ruangan.

Cara Kerja AC dalam Ruangan

cara kerja sistem air conditioner dalam ruangan

Mungkin kamu berpikir kalau Air Conditioner langsung mengeluarkan suhu dingin ketika dinyalakan tanpa adanya tahapan dalam mengubah suhu panas terlebih dahulu. Sebetulnya ada tahapan-tahapan agar ruangan yang semula panas, lalu menjadi suhu rendah atau dingin.

Hal tersebut karena sistem kerja AC yang menyerap panas dalam ruangan, lalu mengeluarkan panas tersebut keluar ruangan melalui proses perpindahan kalor dari gas ke cairan dan sebaliknya. Untuk lebih jelas, berikut cara kerja AC.

Menyerap Udara Panas dalam Ruangan

Suhu panas pada ruangan akan diserap oleh kipas sentrifugal yang terdapat di evaporator. Selanjutnya, udara akan bersentuhan dengan pipa coil yang terdapat cairan refrigerant. Fungsi refrigerant ini menyerap panas dan mengubahnya menjadi dingin. 

Kompresi Fase Uap Menjadi Cair

Agar refrigerant dapat mengubah panas menjadi dingin maka refrigerant akan dialihkan ke kompresor, lalu terjadi sirkulasi penguapan dari evaporator menuju kondensor. Dalam proses sirkulasi temperatur dan tekanan pada uap pada refrigerator menjadi naik dan ditekan kuat ke dalam kondensor. 

Untuk menurunkan tekanan menjadi rendah maka perlu katup ekspansi. Katup ekspansi berfungsi dalam mengatur laju aliran refrigeran ke evaporator. 

Mengubah Zat Cair ke Gas

Adanya perubahan tekanan setelah melewati katup ekspansi maka kondisi refrigerant menjadi rendah dan mengubah fase cair ke fase uap, lalu dialihkan ke evaporator.  Proses ini akan terus berlangsung secara berulang untuk menghasilkan suhu dingin yang sesuai. 

Jadi, ketika tekanan tinggi akan menghasilkan suhu panas yang langsung dikeluarkan ke luar ruangan. Sedangkan ketika tekanan rendah suhu akan menjadi dingin yang menghasilkan suhu ruangan tidak panas lagi. 

Tentunya, selama AC menyala maka proses sirkulasi udara dalam menyerap panas menjadi dingin akan terus berlangsung. Namun, kamu juga harus memperhatikan penggunaan suhu ruangan. 

Sebaiknya pasang suhu minimal 22 – 23 derajat celcius. Hal tersebut berkaitan dengan penggunaan daya listrik, yang tentunya tidak membebani pemakaian listrik menjadi tinggi. 

Atau bisa juga memilih AC dengan teknologi terkini yang tidak memakan daya listrik besar, namun tetap menghasilkan udara dingin yang sejuk, segar, dan sehat.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.