Jamur Kayu Hutan, Lezatnya Cita Rasa Alami dari Alam

Ada yang sudah tahu apa itu jamur kayu hutan? Di Kampung halamanku jamur tiram satu ini menjadi favorit warga se-kampung, loh.

Jamur merupakan salah satu tumbuhan saprofit yang beberapa jenisnya dapat kita konsumsi. Jamur memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti zat besi, kalsium, protein, kalori dan lain-lain.  

Berbicara tentang jamur sudah pernah coba jamur kayu yang asli dari hutan? Walaupun rumahku di bawah kaki gunung, tentunya mendapatkan jamur kayu bisa terbilang sulit.

Jamur kayu atau jamur tiram sendiri terdapat beberapa jenisnya. Kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali.  

Jamur kayu di kampungku terkenal dengan nama supa. Supa itu sendiri merupakan bahasa sunda yang artinya jamur. Beberapa jamur memiliki nama sendiri seperti supa suung, supa jarami, supa lember, supa hate dan lain-lain. Namun, untuk jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali ini cukup memiliki nama panggilan supa tanpa embel-embel dibelakangnya.

Jamur Kayu Hutan Favorit Warga Se-Kampung

Keberadaannya yang terbilang langka, saat musim panen jamur kayu bakalan menjadi incaran warga sekampung. Bukan cari ke hutan langsung ya, tapi kalau ada orang yang dapat jamur kayu, para warga berbondong-bondong untuk membeli jamur tersebut.

Harga Jamur Kayu Hutan

Untuk soal harga, walau petik langsung dari hutan dan mungkin orang bakalan berpikir harganya murah, salah besar! Sebaliknya karena kelangkaan dan perjuangan yang besar saat ini jamur kayu di bandrol dengan harga Rp. 20.000/kg. Menurutku harga segitu terbilang murah.

Soalnya, satu karung saja paling dapet 10 kg. Jika dibandingkan dengan perjuangan yang harus melintasi hutan belantara di tengah malam yang gelap gulita tentunya tidak sebanding.  

Ya. Hutan kayu satu ini hanya tumbuh di pedalaman hutan belantara. Dengan lokasi yang tidak mudah untuk ditemui. Dan pergi memanennya, jika ingin mendapatkan banyak harus sudah cus dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Semakin siang berangkat malah gak bakalan kebagian. Walaupun hanya 2-3 orang yang suka mencari jamur kayu di hutan, tetap saja siapa cepat dia dapat.  

Masa Panen

Ada keunikan tersendiri dengan jamur kayu satu ini. Untuk menentukan kapan harus pergi ke hutan mencari jamur kayu dengan mendeteksi keadaan suhu udara. Biasanya nih, kalau suhu udara lagi panas-panasnya itu sudah waktunya untuk panen jamur kayu. Panasnya ini memang beda dengan panas karena terik mentari atau akibat musim kemarau. Anehnya, prediksi itu selalu tepat. Dari dulu itulah yang menjadi patokan panen jamur kayu telah tiba. Sepengetahuanku juga, jamur kayu siap dipanen menjelang bulan Ramadhan. Aneh bin ajaib. Tapi begitulah kenyataannya.

lezatnya jamur kayu hutan

Rasa Alami yang Lezat 

Penasaran dengan rasanya? Jamur Tiram yang dibudidaya pasti sudah pada akrab dong ya. Mudah kita dapatkan di pasar tradisional maupun modern. Aku juga termasuk orang yang suka dengan jamur tiram. Tetapi kalau dibandingkan dengan jamur kayu ini, rasanya melebihi jamur lainnya. Benar-benar lezat walau sekedar ditumis ataupun dibuat bakwan.

Maknyus banget deh pokonya. Dengan olahan bumbu sederhana bisa bikin ketagihan terus loh.   Sayangnya ya itu dia, hanya tumbuh satu tahun sekali. Dengan pencarian yang membutuhkan waktu dan tenaga. Mungkin karena itu juga rasanya menjadi nikmat. Semoga tahun depan dapat merasakan kelezatan dari jamur kayu satu ini.  

Previous Post Next Post

2 Comments

  1. Reply dini rahmawati Juni 20, 2017 at 14:51

    Hai Rin, baru tahu supa deh. beda ya sama jamur tiram yang di budidayakan itu? eh, untuk panennya butuh perjuangan banget ya. murah banget dong kalau sekilo 20 ribu..

  2. Reply Rin Herlina Juni 21, 2017 at 22:48

    iyah mba beda sama yang dibudidaya.
    hehe… kalau di kampung segitu mahal mba. Tahun-tahun kemarin mah harganya 10rb.

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.