10 Tips Menjadi Marketing Profesional

tips menjadi marketing profesional

Kali ini aku ingin berbagi tips menjadi marketing profesional dalam mendatangkan banyak konsumen. Selain itu untuk membangun kepercayaan oleh pelanggan agar tidak berpaling ke produk lain.

Tentunya menjual suatu produk siapa pun dapat melakukannya, namun menjadi marketing profesional harus memahami cara kerjanya. Hal ini karena suatu bisnis tidak akan berjalan baik tanpa adanya seorang marketing.

Seorang marketing merupakan roda penggerak perusahaan itu sendiri. Jika roda itu tersumbat, lambat-laun akan berhenti pada titik yang sangat merugikan yaitu gulung tikar. Sehingga pengaruh seorang marketing sangatlah besar dalam menentukan kesejahteraan perusaahaan tempat bekerja.

Pekerjaan yang tidak mudah dilakukan, sehingga membuat seorang marketing harus dapat memahami pasar dengan baik. Tidak hanya pandai dalam menawarkan produk saja. Semua aspek dari a-z perlu perhitungan yang matang.

Sejatinya seorang marketing itu harus bisa mempertahankan pelanggannya. Sehingga untuk mempermudah dalam penjualan dan mendatangkan banyak konsumen, berikut ini tips-nya.

10 Tips Menjadi Marketing Profesional

Tahu Produk

Poin penting seorang marketing harus mengetahui produk yang akan dipasarkan. Dari nama, komposisi, kegunaan, kekurangan, kelebihan, dan lainnya. Jangan sampai ada yang terlewat. Sehingga saat pelanggan menanyakan ini-itu, marketing dapat menjawab tanpa ragu-ragu.

Pahami Sasaran Pasar

Setelah mengetahui seluk beluk produk, pahami target sasaran penjualan. Seperti produk ditujukan untuk semua kalangan atau kalangan tertentu saja. Misal usia dan gender.

Sediakan Sampel/Tester

Apabila memungkinkan produk yang akan dijual tersedia sampelnya, maka gunakanlah itu saat promosi. Karena hal itu akan menambah minat calon pelangggan.

Tanya Kebutuhan Customer

Lho, seorang marketing harus bertanya, bukannya menjelaskan produk? Apa yang akan kita jelaskan jika tidak tahu kebutuhan calon pelanggan? Tentunya dengan bertanya terlebih dahulu, dong.

Jika terlalu banyak menjelaskan hanya akan membuang energi dan waktu. Jadi biasakanlah bertanya terlebih dahulu. Walau kita sudah tahu sasaran penjualan, tapi kita harus ingat tidak semua calon pelanggan membutuhkan produk kita. Tapi, dengan bertanya akan membuka jalan adanya ketertarikan atau kebutuhan produk tersebut.

Dalam dunia marketing berlaku rumus 1+1=3, atau 4, bisa juga jadi 0. Berbeda dengan ilmu matematika 1+1=2. Maksudnya adalah saat menawarkan produk bisa saja pelanggan lebih dari 1 produk dibelinya. bisa juga tidak membeli apa pun. Dari bertanya inilah rumus tersebut berlaku.

Pintar Melobi

Nah, tips satu ini harus dikuasai oleh seorang marketing. Setiap perorangan atau badan memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karenanya, pintar-pintarlah melobi dari harga, kuantitas pembelian atau lain.

Tidak Berbohong

Maksud berbohong di sini, seperti melebih-lebihkan produk. Meyakinkan dengan janji-janji bahwa produk kita tidak memiliki kekurangan. Jika, memang tidak ada kekurangan tidak masalah. Hanya saja jangan menutupi kekurangan dan ternyata produk tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Karenanya, banyak bertanya di point 4 akan sangat membantu dalam penjualan.

Banguan Kesan dengan 3S

Seorang marketing memiliki dunia yang luas, jadilah marketing yang ramah dan murah senyum. Jika bertemu dengan pelanggan yang jutek, tetaplah berprilaku ramah dengan salam, senyum dan sapa. Lakukan 3S karena setiap orang yang kita temui tidaklah sama.

Menjadi Pendengar yang Baik

Jangan bosan mendengar keluhan pelanggan atau calon pelanggan atas komplain atau kebutuhan lain. Tapi jangan terlalu percaya 100% kadang ada pelanggan yang tidak jujur. Jadikan keluhan atau kebutuhan mereka sebagai sarana pembelajaran.

Sering Berkomunikasi

Jangan karena mereka sudah menggunakan produk kita lalu diabaikan begitu saja. Sesekali bertegur sapalah entah itu di telepon atau bertemu langsung.

Menanyaka produk, sesuai atau tidak? Apakah ada masalah? Apakah ada kebutuhan yang lain? Jangan lupa sebelum bertanyaa soal produk, cari tahu kabar pelanggan juga. Pelanggan akan merasa senang jika adanya perhatian dan ini salah satu cara agar pelanggan tidak berganti produk.

Sabar

Pengalamanku pernah mengalami beberapa kali berkunjung ke costumer membawa produk yang mereka butuhkan, sambil menawarkan produk lainnya. Dan, setelah setengah tahun baru keluar purchase order (PO). Itu menjadi kebahagiaan tersendiri, selagi kita yakin dan mau berusaha, hasil pasti akan berpihak.

Demikianlah tips menjadi marketing profesional, jangan tegiur dengan hal-hal yang berbau korupsi. Jika ada yang ingin menambah tips tersebut, jangan lupa berbagi infonya di kolom komentar.

Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman semuanya.

Previous Post Next Post

7 Comments

  1. Reply Rusydina Tamimi Agustus 15, 2016 at 03:22

    melobi itu hal yang paling susaaah -_-

  2. Reply Rin Herlina Agustus 15, 2016 at 06:38

    sama, Ka. aku juga masih belajar nih cari cara buat ngelobi.

  3. Reply Rin Herlina Agustus 17, 2016 at 07:20

    Betul mba.
    Penolakan dan php itu udah kaya makanan sehari-hari.

  4. Reply Prita Hw - LIVE UR PASSION Agustus 17, 2016 at 05:14

    aku pernah di marketing 5 th mbak, ya gitu deh, hrs tahan banting. penolakan mah udah biasa :p

  5. Reply Lisa Maulida R Februari 5, 2021 at 09:49

    Halo mbak Erin, ijin bookmark ya tipsnya. Butuh banget info seperti ini karena inginnya saya mulai suatu usaha di negeri orang. Trims banget dan salam kenal ^^
    `limaura

    • Reply Erin F Februari 6, 2021 at 09:19

      Silahkan Mba Lisa. Senang jika artikelya bermanfaat.

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.