3 Jurus Jitu Menghemat Belanja Bulanan Ala Anak Kos

tips hemat belanja bulanan

Semenjak memutuskan SMA di tempat yang jauh dari orang tua, aku harus belajar menghemat pengeluaran belanja bulanan. Tinggal di kota bukanlah hal yang mudah karena segala sesuatunya harus beli.

Beda sekali dengan di kampung, untuk urusan makan tinggal metik dari kebun, banyak lalaban yang sehat dan bergizi. Sama iklan-iklan di tv juga tak tergoda karena di kampung pasti gak ada.

Belanja online? Gak usah ditanya deh, karena mamang kurirnya jarang yang nyampe sampai ke kampung. Biasanya mentok di kota, dan harus ngambil ke kota yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan kendaraan bermotor. Malah boros di ongkos.

Waktu SMA uang jajan + makan satu bulan itu Rp. 300.000. di mana teman-teman aku uang jajannya satu bulan di atas Rp. 500.000. Perbandingannya jauh ya? Yups…

Saat itu aku yang hanya seorang anak petani tidak mengeluh soal uang bulanan. Karena, di sekolahkan saja alhamdulillah banget. Maklumlah waktu itu anak-anak di kampungku sekolah tuh mentok sampai SMP.

Habis lulus kebanyakan merantau yang anehnya lebih membanggakan daripada masuk SMA. Jadi untuk mencukup-cukupi uang Rp. 300.000 itu, aku siasati dengan tiga hal ini :

Baca Juga: 5 Oleh-Oleh Khas Medan

Menghemat Pengeluaran Belanja Bulanan Ala Anak Kos

Pengeluaran Uang Bulanan Rp. 300.000

Kebutuhan Makan

Ketika balik mudik aku membawa beras dari rumah, orek tempe untuk satu minggu, bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, dan bawa hasil kebun kalau lagi musim panen seperti timun, kacang panjang, buncis dan terong.

Puasa Senin-Kamis

Selain menjalankan puasa sunah, karena memang biar irit aja uang bulananya. Hoho

Menyusun Perhitungan Pengeluaran Bulanan

perhitungkan dengan baik pengeluaran untuk satu bulan dari kebutuhan makan, keperluan sekolah dan kebutuhan lainnya. Jangan lupa menabung untuk kebutuhan dadakan, ya.

Menghemat Belanja Bulanan Rp. 500.000

Menginjak bangku kuliah, uang bulanan memang bertambah menjadi Rp. 500.000. Sayangnya karena kebutuhan kuliah yang banyak, kegiatan di luar kampus yang juga semakin sibuk, uang bulanan tidaklah cukup. Gak beda jauh si sama waktu zamannya SMA, untuk me-manageuang bulanan dicukup-cukupin tuh.

Kebutuhan Dapur

Untuk urusan makan, beras dan lauk pauk seadanya aku bawa dari rumah. Masih mengikuti cara waktu SMA. Memanfaatkan hasil panen dari kebun.

Kerja Sampingan

Bikin pernak-pernik dari kain flanel, bantuin teman menjahit, mengikuti event untuk jualan barang titipan orang, jualan sepatu punya si om, dan bantuin teteh di warung padangnya kalau karyawannya lagi cuti.

Jual Hasil Perkebunan

Menjual hasil perkebunan ke teman-teman. Aku suka nawarin beras, kunyit, madu dan alpukat. Harga di kampung kan sangat murah, apalagi untuk kunyit perbandingan di pasar bisa sampai Rp. 50.000 per kg. Walau gak pernah ambil untung banyak. Alhamdulillah, dari uang tersebut hal di luar urusan kuliah bisa aku beli seperti costume untuk cosplay.

Baca Juga: Jamur Kayu Hutan

Perhitungan Belanja Bulanan Setelah Bekerja

Sekarang ini, setelah lulus kuliah dan bekerja. Untuk urusan makan dan lainnya malah semakin boros. Entah karena pelampiasan dari hidup seadanya, sampai pernah makan satu hari sekali demi menghemat, sekarang apa yang aku mau suka langsung beli saja.

Setelah menikah, aku memutuskan untuk mengerem keinginan agar tidak kebablasan. Walau uang dapur dapat sumbangan dari suami. Tetap saja aku harus kembali menghemat. Kehadiran Jasmine juga harus lebih diperhitungkan lagi.

Seperti yang dilakukan Mba Ayu dalam tulisannya tentang Menyusun Menu Mingguan, Lebih Hemat atau Boros? Di mana untuk satu minggu menu masakan di susun terlebih dahulu. Kalau aku hanya menyusun daftar belanjaannya sajah. Urusan mengolah makanan gimana hari “H” nya sajah.

Menyusun Daftar Belanja Satu Minggu.

Karena jadwal belanja hari sabtu, hari jumat-nya aku bikin list apa saja untuk satu minggu ke depan. Buat makan pagi, siang, malem, dan buah-buahan. Biasanya si aku beli ayam dan udang yang bisa buat beberapa hari. Kalau buah-buahan mah terbilang wajib. Terutamanya, pisang dan apel.

Budget untuk Hobi

Selain suka borong buku, aku juga senang dengan hal-hal baru. Seperti hand lettering. Saking penasarannya dan pengen bisa dengan seni tulis satu ini, aku beli alat dan bahan yang mendukung. Bahkan brush pen yang mahal pun pernah digaet. Eh, sampai sekarang alatnya belum pernah di coba.

Selanjutnya decoupagedan origami 3D. Kalau di hitung ulang uang yang aku belanjakan untuk keperluan hobi hampir sama dengan budget makan satu bulan. Karenanya, sambil nahan jari tangan biar gak asal klik saja saat buka e-commerce, aku targetkan saja per bulannya.   Yuhuu….Buku : Rp. 150.000Hobi : Rp. 100.000.

Manfaatkan Diskon

Siapa si yang tidak tergoda dengan diskon, apalagi kalau diskonnya beli satu gratis satu, beli dua gratis satu dan lainnya. Hoho… untuk beberapa barang yang penggunannya banyak, aku lebih senang memanfaatkan diskon.

Seprti tisu, pewangi pakaian, dan lainnya. Tapi, tetap lihat expiry date-nya karena ada beberapa barang yang diskonnya besar-besaran namun dua bulan lagi mau kadaluarsa. Untuk expiry date-nya yang udah mepet banget aku gak berani ngambil.  

Kesimpulan

Kurang lebih begitulah caraku menghemat belanja bulanan. Namun, karena terkadang kenyataan tak sesuai harapan, saat ini aku sering menyisihkan uang untuk keperluan mendadak. Yah, namanya hidup gak semudah tengok kanan kiri. Hehe  

Kalau, kamu jurus jitu apa nih untuk menghemat belanja bulanan dan lainnya? Share yuk!  

______________________

Artikel ini sebagai tanggapan untuk post trigger Menyusun Menu Mingguan, Lebih Hemat atau Boros? oleh Mba Ayu   #KEBBloggingCollab Kelompok Dian Sastro

Previous Post Next Post

8 Comments

  1. Reply Rin Herlina September 20, 2017 at 02:27

    Betul. Sekarang aku suka berburu barang diskonan. 😀

  2. Reply Firda Winandini September 20, 2017 at 02:11

    salah satu planning juga nih dalam memanage keuangan, cari barang diskonan haha

  3. Reply Rin Herlina September 20, 2017 at 10:46

    Semua kalangan ya Mba, sama diskon pasti dikejar. hehe

  4. Reply Rach Alida Bahaweres September 20, 2017 at 04:40

    Memanfaatkan diskon kayaknya nggak hanya untuk anak kost tapi juga emak emak kayak aku. Hahahaa

  5. Reply Rin Herlina September 22, 2017 at 08:57

    Halo juga mba Nia, sama mba, saya selama kos pulangnya sebulan sekali, sayang di ongkos. Walalu cuma satu jam, tapi ongkos ke gunung mahal bingit, kendaraan umumnya jarang lagi.

  6. Reply Nia Janiar September 22, 2017 at 06:39

    Halo, Mbak. Salam kenal. Kalau saya sih hematnya gak pulang kampung sering2. Hahaha. Saya ngekos di Jakarta, kampung di Bandung. Menggoda banget pulang tiap weekend. Tapi kalau dipikir2 biayanya gede banget. Jadi paling sebulan sekali. xD

  7. Reply Firsty Ukhti Molyndi September 24, 2017 at 05:41

    Kalo udah punya penghasilan sendiri rasanya pasti beda ya mbak heher

  8. Reply Rin Herlina September 25, 2017 at 00:33

    Iyah beda mba. Tapi kadang suka kebablasan untuk pengeluaran per bulannya.Makanya ini lagi belajar untuk menghemat

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.