belajar di usia dewasa
#KEBBloggingCollab,  #ODOP

Belajar di usia Dewasa, Tidak Perlu Malu Dan Takut! Terpenting kuatkan Niat.

Belajar di usia dewasa tidak perlu segan. Bukannya kehidupan sendiri tentang proses pembelajaran? Yang perlu diingat adalah niat yang kuat. Karena tanpa niat, akan terasa berat saat menjalaninya.

Akan ada perbedaan belajar setelah dewasa dengan belajar saat kanak-kanak dulu. Waktu kecil setiap ilmu yang masuk akan mudah diingat. Terlebih sekolah sudah menjadi kegiatan utama. Beda kalau sudah dewasa. Kerjaan dikejar deadline, rumah masih berantakan, anak-anak perlu diurus. Sehingga setelah ilmu yang sedang dipelajari tidak 100% dominan diingat oleh otak. Tapi, beda nih kalau diikat kuat dengan niat. Walau hanya memiliki spech memori yang kecil, akan asyik-asyik saja saat menjalaninya.

Perlunya Belajar di Usia Dewasa

Setiap manusia tidak di takdirkan bodoh, tapi terlahir dalam kondisi belum tahu apa-apa. Oleh karena itu, belajar adalah hal utama yang dilakukan. Dari belajar merangkak, berdiri dan berjalan saat balita. Dilanjut mempelajari tentang huruf, angka, hingga cara bersosialisasi. Dari hasil belajar itulah pemikiran pun bertambah dewasa dengan seiringnya bertambah usia. Tetapi, bukan berarti setelah dewasa pun, kita tahu banyak hal. Tentu saja tidak! Tetap saja ada proses yang namanya pembelajaran.

Sejeniusnya profesor, dia perlu mempelajari rumus lain untuk memecahkan teori baru. Sepintar-pintarnya seorang CEO, dia harus mempelajari taktik saingannya. Dan proses belajar itu aku yakini, hasil dari pengalaman. Tidak semerta-merta dipelajari sebelumnya. Karena ini aku alami sendiri selama menjadi marketing, bahkan dalam kehidupan sehari-hari teman-teman semua pasti melakukan hal yang sama. Hari ini belajar dari hari kemarin. Dan hari esok belajar dari hari ini. Tujuannya, jelas bukan? Untuk memperbaiki yang salah. Untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi setiap harinya.

Atsanku, Shirai San, selalu mengingatkan kalau aku harus belajar dari setiap customer yang ditemui. Walaupun secara teori aku lebih tahu. Tetapi, bukan berarti menutup mata, telinga untuk tidak mempelajari hal baru. Menjadi sombong hanya karena menguasai yang orang lain tidak kuasai. Tidak! Aku harus menempatkan diri agar tetap rendah hati. Mendengarkan setiap hal yang baru dan mempelajarinya. Berani berkata “Aku salah.” Dan “Aku akan memperbaikinya”. “Aku tidak tahu” dan “Aku igin belajar lebih banyak”. Itulah yang membuatku bisa bertahan, di dunia marketing yang sangat keras ini. Toh, hasilnya juga buat sendiri.

So, Jangan Malu dan Takut

Saat ada hal yang baru ingin dipelajari aku akan melakukannya tanpa rasa malu. Saat atasan menyuruh belajar setir mobil untuk kepentingan kerjaan. Aku iyakan walau sampai saat ini pun masih deg-degan setiap lihat mobil yang terparkir depan kantor. Saat aku ingin menghasilkan tulisan yang lebih baik, tertata dan rapi, aku tidak bosan belajar dari banyak sumber. Saat aku ingin membuka bisnis sendiri, aku tidak lelah belajar banyak hal tentang perijinan, perpajakan, sasaran pasar dan lainnya. Saat aku belajar memasak, walau masih gak bisa bedain masakan yang gurih dan asin, tapi tidak pernah malu untuk terus bereksperimen. Karena bagiku sendiri belajar di usia dewasa sudah menjadi kebutuhan dalam menjalani hidup.

Kuatkan Niat!

Belajar itu sejatinya tidak mengenal usia. Bedanya waktu saja. Yang terpenting niat harus kuat agar apa yang dipelajari benar-benar dipahami. Jangan sampai apa yang didengar masuk telinga kanan, langsung keluar telinga kiri. Hari ini mengerti, besoknya lupa. Duh, itu mah sama saja bohong. Dan jangan pernah ada alasan karena sibuk ini-itu semuanya jadi kacau. Alasan hanya akan menghambat – yah, aku sendiri masih sering berlindung dibalik sebuah pembelaan. Sehingga mari kokohkan ‘Niat’ saat belajar di usia dewasa.

Kalaupun memang hal lain lebih mendominasi, coba buat catatan. Atau tulisan sebuah kalimat dalam kertas dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat. Sekarang lagi booming mengenai bullet journal. Ini bisa dipraktekan langsung saat ini juga.

Aku biasanya membuat note dan dijadikan wallpaper komputer karena setiap hari pasti nongkrong depan laptop. Catatan yang aku buat biasanya, daftar hal yang akan dipelajari, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku perbaiki? Apa yang belum aku lakukan? Dan kata mutiara sebagai penyemangat.

Walau sudah dewasa atau tua, jangan pernah malu untuk belajar banyak hal. Bisa mencontoh Mba Indah Julianti salah satu makmin di Kumpulan Emak Blogger yang selalu punya semangat muda. Konon saat ini tengah sibuk belajar menggambar. Ngegambar bukan hanya untuk anak kecil saja! Kisahnya bisa cek di postingan ini.  Salut aku! Sekali lagi nih aku tekankan, belajar di usia dewasa tidak ada batasannya. Belajar apa pun, mangga. Apalagi berfaedah untuk khalayak banyak.

So, gak malu lagi kan?

______________________

Postingan ini ditulis sebagai tanggapan untuk post trigger yang ditulis oleh Mba Indah Julianti untuk tulisan “Belajar di Usia Dewasa atau Tua, Jangan Kasih Kendor” #KEBBloggingCollab #ApresiasiKEB

dan diikutsertakan dalam one day one post Estrilook Community

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

8 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.