5 tips mengurangi biaya pernikahan
Tips

Biaya Pernikahan Membuatmu Stres? Yuk, Lakukan 5 Hal Ini!

Biaya pernikahan yang besar tidak menjamin acara berjalan lancar dan sukses. Besar atau kecil jika cara mengelolanya tidak tepat hanya akan menciptakan kekecewaan.

Mahalnya biaya pernikahan masih menjadi pertimbangan tersendiri bagi pasangan, sehingga banyak yang memilih menunda pernikahan untuk menabung terlebih dahulu. Namun, sebenarnya pernikahan yang sederhana dapat diwujudkan dengan mengurangi anggaran pada beberapa pos pengeluaran.

Untuk menekan biaya, kamu harus menentukan prioritas. Pos-pos pengeluaran yang dirasa kurang penting dapat dikurangi atau menggunakan alternatif lain yang lebih hemat. Berikut 5 tips dalam mengurangi biaya pernikahan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

Baca Juga :

5 Tips Mengurangi Biaya Pernikahan

1. Jumlah Tamu Undangan

Tamu undangan umumnya tidak datang sendiri, sehingga kamu harus mempertimbangkan pembengkakan jumlah tamu. Membengkaknya jumlah tamu undangan dikhawatirkan bakal kapasitas gedung atau katering tidak mencukupi.

Maka, untuk menghindari adanya pembengkakan jumlah tamu undangan, sebaiknya kamu mengurangi sekitar 20 persen dari jumlah target yang dibuat. Selain mengurangi bujet untuk katering, tamu undangan yang sedikit juga akan menjadikan acara pernikahan lebih khidmat.

2. Jasa Tukang Rias

Jasa tukang rias atau make-up artist sangat penting agar pengantin tampil cantik di acara pernikahan. Tak jarang, keluarga dan pengiring pengantin juga ikut dirias agar terlihat menarik sepanjang acara dan foto bersama.

Namun, anggaran untuk keperluan ini sebenarnya bisa dibuat lebih rendah dengan memerhatikan beberapa hal. Jika ingin lebih hemat, pilih perias yang sepaket dengan penyewaan busana. Siapa saja yang akan dirias juga berpengaruh pada besarnya biaya. Oleh sebab itu, sebaiknya hanya pengantin dan ibu pengantin saja yang dirias, sedangkan pengiring cukup make up sendiri asalkan enak dilihat.

3. Seragam Pengiring

Menghargai sahabat-sahabat dekat pengantin bisa ditunjukkan dengan melibatkan mereka sebagai pengiring pengantin atau bridesmaid. Biasanya pengiring pengantin akan diberikan seragam khusus agar identitas mereka terlihat ketika acara berlangsung.

Jumlah bridesmaid tidak perlu banyak, agar anggaran untuk seragam mereka tidak terlalu besar. Jika memungkinkan, kamu pun dapat meniadakan seragam, hanya memberikan aturan pakaian agar terlihat kompak meski tidak serupa.

2 Tips Berikut Juga Penting untuk Diketahui!

4. Wedding Organizer dan Katering

Tarif jasa wedding organizer di kota-kota besar lazimnya berkisar di angka dua puluh juta rupiah. Angka ini lumayan besar jika kamu ingin mewujudkan pernikahan yang hemat bujet. Ternyata, pos ini juga bisa ditiadakan dengan membentuk panitia dari teman-teman dan kerabat layaknya wedding organizer. Namun, pastikan mereka dapat berkomitmen mengurus acara hingga selesai.

Di samping WO, biaya pernikahan juga bisa ditekan dengan mengurangi bujet untuk katering. Jika tinggal di daerah perkampungan, kamu bisa minta bantuan tetangga dekat dan kerabat untuk membantu menyiapkan hidangan untuk tamu dengan cara memasak sendiri.

Akan tetapi, jika tinggal di daerah perkotaan dan tidak memungkinkan menggunakan cara ini kamu bisa mencari jasa katering dengan harga lebih terjangkau.

5. Hiburan

Menjadikan acara resepsi lebih meriah, menggunakan band atau penyanyi adalah pilihan yang biasa dilakukan. Untuk menyewa mereka, setidaknya ada bujet sekitar sepuluh juta rupiah. Alih-alih untuk menyewa band beserta penyanyi, dana itu bisa digunakan untuk keperluan setelah menikah.

Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan alternatif lain yaitu speaker dan aplikasi streaming musik. Kamu cukup mencari seorang operator untuk memilih daftar putar dan memainkannya sepanjang acara.

Susun Biaya Pernikahan dengan Baik

Untuk menyusun anggaran biaya pernikahan yang hemat, kamu harus membuat prioritas, mana pos yang penting dan mana yang kurang penting. Setelah anggaran disusun, tugasmu tinggal mengumpulkan uang untuk mewujudkan pernikahan impianmu.

Selain menabung, kamu juga bisa berinvestasi dengan skema investasi syariah dari qazwa.id, lembaga keuangan yang sudah terdaftar pada OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Gimana, sudah tidak pusing lagi dengan biaya pernikahan, bukan? Yuk, lakukan 5 tips di atas, ya.

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

20 Komentar

  • Taruih Baraja

    Hm menarik dan masuk akal. Khususnya untuk poin no 1. Tapi saya tidak bisa sepenuhnya setuju. Terutama untuk pengiring, menurut saya, hal2 yg disampaikan kurang memperhatikan sudut pandang mereka. Saya jadi teringat dulu pernah baca2 suka duka bridesmaid gitu. Jd bridesmaid itu capek juga. Ngeluarin duit juga. Makai waktu juga. Kalau gaada ‘keringanan’ dari pengantin, yaa… gimana ya.

    • Erin F

      Mudah saja si mba, calon pengantin bisa saling komunikasi dengan bridesmaidnya bahwa ada budget terbatas. Kalau salah satu pihak ada yang merasa keberatan tinggal alihkan ke yang lain yang memang mau membantu proses wedding. Insyallah banyak orang yang memang ikhlas membantu.

      • Meilawati Nurhani

        Yup, bener banget akupun nggak pake WO, Alhamdulillah banyak yg bantu dari keluarga, tetangga, dan teman2 bahkan mereka inisiatif bikin kepanitiaan sendiri, soalnya dlu aku tinggal di rumah dinas jadi warganya pada kompak2

    • Tatiek Purwanti

      Aih, jadi ingat biaya pernikahan saya dulu yg disusun secara low budget. So, poin-poin yg Mbak sebut di atas emang masuk semua, Pak Ekooo hehe. Betul, tuh. Kalau semuanya diterapkan, kita ga bakalan pusing lagi dengan biaya pernikahan. Jangan sampai biayanya malah bikin PR di awal rumah tangga kita, ya 😉

  • Denik

    Benar tuh Mba soal riasan dan seragam. Kadang ada yg minta di rias saja dgn alasan saudara. Pihak perias ya ngerias aja. Giliran hitungan2 baru kaget. Biayanya melebihi budget. Begitu dilihat list-nya baru tahu ada yg minta dirias pdhl BKN panitia.

    • Erin F

      Nah ini, sering kaya gini. Harus ada komunikasi yang baik antara pengantin dan panitia, biar paham siapa saja yang memang riasan sudah tercover budget.

  • Rika Widiastuti Altair

    Setuju banget mbak. Terutama poin “hiburannya”. Karena bagian ini salah satu yang jarang absen di setiap acara pernikahan. Katanya kalau nggak ada hiburan nggak semarak. Padahal bisa terap semarak dengan dentuman musik dari audio yg kita putar ya. Thanks mbak

    • Arif Rudiantoro

      Semua karena gengsi, pernikahan sebenarnya bisa sederhana, untuk menekan biaya tapi ya gitu, apalagi ngeliat tetangga yg resepsinya besar-besaran pasti nanti gengsi dan nggak mau kalah hehe

    • Erin F

      Kalau di kampung aku hiburan itu jarang kecuali memang orang kaya. Atau bisa juga dari pihak keluarga atau teman yang jago nyanyi buat isi acara pasti bisa lebih minim.

  • Fanni

    menekan biaya pernikahan itu susaaaaah banget menurutku. Sesuai pengalamanku. Maunya yang bagus tapi dengan budget yg minim. Mana ada? Semua yg bangus pasti mahal. Akhirnya pas acara pernikahan kemarin menembus budget yg seharusnya. Sekarang cuma nyeselnya aja deh. Hehe

    • Erin F

      Konsep bagus itu pengertiannya luas juga mba. Sebagai calon pengantin jika memang budget terbatas jangan memaksakan wow seperti artis-artis atau yang lagi viral. Karena itu, penyesalan selalu datang saat para tamu undangan sudah kembali ke rumah masing-masing. Hehe

  • Asih

    Membuat rancangan untuk hari teristimewa memang tidak mudah, tapi dengan semuanya memang perlu di buat sematang mungkin agar budget yang dikeluarkan tidak habis begitu saja. Jadi tetap bisa bahagia saat acara dan sesudahnya. Tips yang keren.

    • Hastin Pratiwi

      Biasanya klo di negara kita karena ada keluarga besar juga, gak bisa lepas dari mereka. Kita yg nikah maunya sederhana, tp orang tua gak enak dgn keluarga, jadi dibikin semeriah mungkin.
      Padahal di dalam agama menikah yg penting ijab qobul. Walimah cukup keluarga & tetangga dekat saja agar mereka tahu bahwa kita sudah menjadi pasangan halal.

  • Siska Dwyta

    Yup kalau ngomongin masalah biaya pernikahan emang suka bikin stres ya apalagi kalau mau menikahnya dengan wanita bugis yang terkenal tinggi uang panaik’nya. Bisa menghabiskan uang sampai ratusan juta gitu. Untungya saya sudah nelewati masa itu, hehe. Etapi boleh juga nih tipsnya, bisa tuh dipraktikkan bagi yang masih single dan udah pengen nikah.

  • Dewiana

    Jumlah tamu memang harus diperhatikan ya mba, seperti di pernikahan adekku yang bontot, tamu Alhamdulillah banyak datang, dan memang harus dipersiapkan pula catering dengan porsi sedikit lebih banyak supaya semua tamu bisa dipastikan mendapatkan hidangannya

  • Sapti nurul hidayati

    Setuju mb.. Merayakan pesta pernikahan harus disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai berhutang untuk merayakan pesta. Mending yang sederhana saja. 5tips di atas bisa dicoba. Agar setelah menikah ga kelabakan karena harus membayar utang..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.