Bagi mahasiswa DKV Nirmana termasuk salah satu mata kuliah yang sebisa mungkin dihindari. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan terjadi karena Nirmana merupakan desain dasar yang menjadi sebuah pondasi dalam membuat desain.
Walau termasuk pondasi dasar bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikerjakan. Itulah mengapa sebagian besar mahasiswa DKV merasa horor dengan tugas Nirmana. Bahkan lebih horor ketika harus berhadapan dengan pocong dan kuntilanak.
Lalu, sebetulnya apa itu Nirmana DKV?
Untuk mengenal lebih dalam mengenai nirmana. Dalam artikel ini akan diulas pengertian, jenis, dan cara membuat Nirmana.
Contents
Tentang Nirmana

Nirmana adalah suatu ilmu tata rupa yang memiliki pengaruh besar terhadap suatu desain. Tidak heran jika nirmana dikaitkan dengan mata kuliah dasar yang penting oleh mahasiswa jurusan desain pahami.
Selain itu, nirmana juga sebuah prinsip yang menjadi pegangan dalam merancang sebuah desain. Yang mana Nirmana sendiri berasal dari dua kata yaitu ”Nir” berarti tidak ada dan ”Mana” yang memiliki ”makna”. Jadi, dapat diartikan bahwa sesuatu yang tidak memiliki bentuk atau makna.
Maksud dari tidak memiliki bentuk/makna yaitu bahwa dari yang awalnya tidak berbentuk setelah diolah menjadi suatu hal yang memiliki arti. Bisa dikatakan juga jika Nirmana sebuah imajinasi yang diolah dalam bentuk 2D atau 3D yang memiliki nilai keindahan.
Fungsi Nirmana
Terlepas dari arti Nirmana, faktanya bahwa mata kuliah dasar ini penting untuk dipahami secara menyeluruh dan mendetail. Karena dari mempelajari Nirmana mahasiswa akan memahami pentingnya menyusun element visual berupa titik, garis, warna, hingga pencahayaan.
Dengan memahami hal tersebut maka dapat menciptakan suatu karya yang kreatif dan bisa menjadi sebuah inovasi. Serta, memiliki fungsi dalam meningkatkan sensitivitas dan kepekaan saat membuat desain.
Tentunya hal tersebut akan sulit jika tidak memahami dasarnya terlebih dahulu. Karena desain yang dibuat bisa saja tidak memiliki makna dan terkesan biasa saja.
Sedangkan di dunia kerja kreativitas penting untuk bisa bertahan dan dapat berkembang mengikuti trend. Khususnya buat kamu yang akan terjun di bidang kreatif.
Elemen Penting Pada Nirmana
Sehoror apa pun mata kuliah Nirmana bagi anak DKV, faktanya mereka tetap harus mempelajari elemen penting Nirmana. Adapun elemen-elemen yang harus kamu pahami yaitu:
Titik
Elemen dasar yang pertama harus kamu pelajari yaitu mengenai titik. Karena, titik dapat membentuk banyak gagasan berupa garis, bidang, dan lainnya sehingga menghasilkan suatu bentuk.
Garis
Lahir dari sebuah titik, garis dibentuk memanjang. Yang mana garis menjadi dimensi awal suatu desain dari gabungan beberapa titik.
Bidang
Jika garis hanya memiliki panjang, maka bidang lebih kompleks karena terdiri dari panjang, lebar, luas dan memiliki arah dengan pembatas garis. Sehingga bidang dapat berupa bentuk geometris, bersudut, organis, bulat dan tidak teratur.
Tekstur
Tekstur merupakan suatu permukaan baik nyata maupun semu yang bentuknya bisa kasar, halus, atau licin. Tidak heran jika tekstur dibedakan menjadi dua kategori yaitu tekstur nyata dan semu.
Warna
Dalam pemilihan warna suatu desain tidaklah sembarangan. Ada aturan dan prinsip khusus yang harus kamu pahami agar tidak salah dalam penggunaan warna pada suatu desain.
Cara Membuat Nirmana

Dari memahami tentang fungsi dan elemen desain basic di atas, akan memudahkan kamu dalam membuat pondasi desain. Berikut ini cara membuat nirmana yang benar dan tepat.
1. Kreatif
Saat membuat desain terkadang kamu membutuhkan referensi lain. Akan tetapi untuk pondasi dasar satu ini alangkah baiknya tidak fokus pada referensi, melainkan harus pandai mengeksplorasi terhadap ide-ide dan gagasan yang akan kamu tuangkan dalam bentuk karya tersebut.
Dengan begitu akan menghasilkan ide yang orisinal dan pastinya akan terbiasa untuk membuat desain yang lebih kreatif. Tunjukan bagaimana kamu dapat menghasilkan sebuah karya sesuai asas dan prinsip desain.
2. Membuat Karya yang Berbeda
Buatlah karya sebanyak mungkin yang beragam dan tentunya berbeda. Hal ini membantu kamu dalam melatih kreativitas dan pada akhirnya dapat menemukan gaya kamu sendiri.
3. Buat Desain yang Rapi
Walau membuat desain dasar bukan berarti sembarangan dan acak-acakan. Akan tetapi, biasakanlah untuk membuat desain yang rapi dari awal.
4. Jangan Takut Berkarya
Perasaan takut hal wajar yang setiap orang pernah merasakannya, terlebih saat seseorang sedang membuat sebuah karya. Takut tidak diterima dan perasaan yang belum tentu akan terjadi. Untuk itu, saat mengerjakan suatu hal hilangkan perasaan takut tersebut. Baik atau buruk, kamu bisa membuat karya baru yang lebih baik.
5. Kerjakan Desain dari Jauh Hari
Hindari membuat desain menjelang tenggat deadline, karena hasilnya tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, kerjakan desain kamu dari jauh hari agar saat ada kekurangan masih ada banyak waktu untuk memperbaikinya.
Lima cara membuat nirmana tersebut semoga dapat membantu kamu dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai kreativitas tinggi. Walau sulit, jangan takut untuk memulai dan akhiri dengan karya terbaik dari ide-ide cemerlang kamu.











