gua-karangkancana kuningan
Wonderfull Indonesia

Gua Karangkancana Kuningan, Sebuah Keajaiban dari Alam yang Memukau

Gua Karangancana Kuningan adalah sebuah gua yang ada atas kehendak Tuhan. Gua yang sudah ada sejak beberapa ratus bahkan ribuan tahun ini terjadi dengan alamiah tanpa campur tangan manusia. Dan memiliki kisah unik yang berhubungan dengan para tokoh pewayangan. Terletak di Desa Karangkancana, Kec. Karangkancana, Kab.Kuningan Jawa Barat, ditemukan sekitar 12 gua.

Karena jarak dari gua satu ke gua lainnya berjauhan, aku hanya akan membagikan beberapa gua yang pernah aku kunjungi. Walau lokasinya dekat dengan kampung halaman, namun belum sempat dijelajahi semua. Hal ini disebabkan kondisi gua yang tidak dikelola sehingga mengakibatkan tertutup oleh semak belukar. Memang sayang banget karena gua-gua tersebut diabaikan. Padahal bisa dijadikan bahan penelitian.

Gua Karangkancana Kuningan yang Memukau

Gua Kandang Hayam

gua-kandang-hayam

Dinamai gua Kandang Hayam karena pada zaman dulu terdapat banyak ayam di gua tersebut. Ayam – ayam itu ada dengan sendirinya bukan milik pribadi warga setempat. Setiap pagi ayam – ayam akan berkokok membangunkan masyarakat Indrakila (karangkancana). Namun sekarang ayam – ayam itu tidak ada lagi entah kemana perginya karena menghilang begitu saja. Itu adalah rahasia Tuhan yang sudah menjadi kehendak-Nya. Ayam – ayam tersebut hanya ada sampai tahun 1990-an.

dinding-gua-kandang-hayam
Gambar dinding gua Kandang Hayam yang terbentuk dari batuan karst.

Gua Arjuna Mintu Raga

Dinamai Gua Arjuna adalah salah satu daftar gua Karangkancana Kuningan yang sering dikunjungi. Karena gua ini yang paling mudah dimasuki seperti Gua Hayam. Kisahnya pada zaman dulu tokoh pawayangan Arjuna pernah singgah di gua ini atau terkenal dengan sebutan patilasan. Gua ini dijadikan Arjuna untuk bertapa. Berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat bahwa gua tersebut adalah gua mencari jodoh. Jadi siapa saja yang melakukan sesajen di gua Arjuna akan dapat jodoh. Oleh sebab itu setiap malam jum’at pasti ada orang yang sering bertapa disana. Para jomblo sejati mau ke sini juga? *plak

Gua Karang Nang Neng Nong

gua-karang-nang-neng-nong

Dinamai gua Karang Nang Neng Nong ini karena dahulu kala sering terdengar ada tabuhan gamelan. Suara itu terdengar begitu saja dari gua tersebut. Dari cerita yang beredar pernah ada gadis yang menghilang setelah bermain ke gua tersebut. Lewat beberapa hari, gadis itu kembali dan berdasarkan pengakuan bahwa dirinya masuk ke gua tersebut dan dijadikan Penari.

Sama seperti gua Kandang Hayam suara gamelan itu hanya ada sampai tahun 1990-an. Namun, di tahun 2012  teman-temanku pernah mendengarnya saat sedang camp di gua Karangnangtung yang terletak di atas gua Karang Nang Neng Nong.

Gua Karangnangtung

gua-karang-nangtung
Gua Karangnangtung ini tidak bisa dimasuki hanya berbentuk tebing karang dan dijadikan sebagai tempat panjat oleh anak yang hobi manjat. Ketinggian Gua ini sekitar 50m. Tidak begitu tinggi, namun asyik buat manjat.

Gua Patapaan Munding

Di gua ini dulunya sering ada Kerbau yang sengaja untuk bertapa. Sebab itulah kenapa gua ini dinamai Patapan Munding. Nama Munding sendiri itu berasal dari bahasa sunda yang bahasa Indonesianya adalah Kerbau. Namun sayang gak punya fotonya karena ke hapus. Gua ini terletak percis di atas gua Karang Nangtung.

Gua Arjuna Sastra Bahu

gua-arjuna-sastra-bahu

Menurut kuncen, gua ini dulunya disinggahi ayahnya Arjuna. Gua ini berbentuk Vertikal. Bisa juga buat caving, namun harus menyediakan peralatan caving yang lengkap termasuk tabung gas, karena dia meternya kecil dan semakin kedalam udara semakin tipis, sehingga sangat dibutuhkan tabung oksigen dan senter untuk penerangan.

Gua Leutik

Di gua ini dulunya dihuni oleh ular besar apabila ular itu berjalan maka suaranya sangat bising seperti suara kapal terbang. Ular ini ada sampai tahun 1990-an dan menghilang begitu saja. Antara nyata dan tidak, memang begitulah kisahnya.

Gua ini bentuknya kecil sehingga sulit untuk dimasuki, namun dengan kehendak Tuhan ular yang begitu besar bisa memasuki celah yang kecil.

Gua Kabayan

Teman-teman pasti tahu dong dengan dongeng si Kabayan, nah ternyata di Desa Karangkancan ini kisah Kabayan itu nyata, loh. Kabayan diakui masih keturunan dewa, begitu cerita yang aku dengar. Memang bentuknya bukan gua tapi berbentuk makam batu.

Untuk gua Karangkancana Kuningan yang lainnya aku belum pernah mengunjungi; Seperti yang aku sebutkan di atas. Jarak yang berjauhan membutuhkan waktu khusus karena letaknya masih alami banget. Jarang yang datang ke sini. Kecuali orang-orang tertentu yang menyukai hal gaib. Di sini memang mistisnya kental banget.  Semoga di lain waktu aku bisa jelajah semuanya. Dan dapat dikelola oleh Pariwisata Kuningan.

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.