Flash Fiction

Menggenggam Waktu – Lamaran

Ketika mencintai seseorang, harus siap untuk melepaskannya. Seperti senja menjelang petang, warna jingga itu sangat megah, namun ketika gelap menyusup, lenyap hanya dalam hitungan detik.

Seperti itulah aku melihat timeline di BBM-nya. Foto profile tersenyum bahagia bersama cewek yang aku pikir pasti pacarnya. Aku tahu kesalahanku tak termaafkan dan aku tak akan pernah menjadi miliknya. Hubunganku dengannya hanya sebatas kakak-ade ketemu gede.
Tidak. Hingga Tuhan berkehendak lain. Sebuah messagemasuk darinya. 

“De, mau gak nikah sama aa?”

Hatiku melambung ke langit dalam sekejap. Ini bukan mimpi kn? Mimpi yang akan menghempaskanku kedasar lautan.  Oh, God! this is real. Dia melamarku.


_____________ Flash Fiction _______________
100 kata

Pecinta coklat / buku/ Sedang mengejar mimpi untuk keliling Indonesia. Blog ini merupakan salah satu wadah menuangkan kisah-kisah perjalananku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.