Menjaga Kebersihan Miss V Selama Hamil dengan Sabun Pembersih Kewanitaan yang Aman

Tomoyo Rin

menjaga kebersihan miss v saat hamil

Kehamilan merupakan pengalaman berahrga bagi setiap ibu dalam menanti dan menyambut kehadiran buah hati dengan penuh kebahagiaan. Walaupun perjalanan yang dilalui tidak mudah karena harus memerhatikan kesehatan ibu dan janin. Salah satunya menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan.

Perlu diketahui bahwa kondisi miss V ibu hamil berbeda dengan biasanya. Dimana miss V akan mudah lembab dengan pH naik turun tidak stabil sehingga lebih rentan terhadap serangan bakteri maupun jamur.

Ketika bakteri maupun jamur berkembang biak di luar kendali akan menimbulkan berbagai masalah pada organ kewanitaan, dari munculnya gatal hingga keputihan yang tidak wajar. Itulah mengapa selama masa kehamilan Ibu harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Untuk itu, simak informasi penting dan menarik seputar menjaga kebersihan miss V ketika hamil dan juga tips memilih pembersih kewanitaan untuk ibu hamil di bawah ini.

Contents

Kondisi Organ Kewanitaan Ibu Hamil

Pada umumnya setiap ibu hamil memiliki kondisi organ kewanitaan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hormon dan tingkat kelembaban organ kewanitaan.

Lebih detail, berikut ini informasi mengenai kondisi organ kewanitaan Bumil yang perlu dicatat.

Kondisi Saat Hamil

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan organ kewanitaan ibu hamil. Diantaranya, faktor perubahan hormon, stres, dan menurunnya imun tubuh yang ternyata memiliki potensi dalam mengganggu jumlah bakteri baik.

Selain itu, kestabilan pH dan infeksi pada vagina dapat menyebabkan kondisi miss V menjadi tidak sehat. Biasanya kondisi tersebut berupa adanya rasa gatal yang tidak nyaman.

Keputihan Pada Ibu Hamil

Keputihan berlebih saat kondisi hamil bukanlah hal yang berbahya, bahkan tergolong wajar. Hanya saja Ibu Hamil perlu memahami ciri-ciri keputihan yang normal walau frekuensi keluarnya lebih sering yaitu keputihan normal berwarna putih dan tidak berbau.

Penyebab frekuensi keputihan menjadi lebih sering terjadi karena tingginya jumlah hormon estrogen dan progesteron. Jadi, selama keputihan tidak menimbulkan bau mengganggu, Bumil tidak perlu cemas dan khawatir berlebih.

Infeksi Jamur Pada Vagina

pH atau tingkat keasaman kewanitaan merupakan komponen pertahanan bawaan dari tubuh yang dapat melindungi dari infeksi jamur pada vagina. Gejala dari infeksi jamur ini yaitu keluarnya cairan kental berwarna putih dan gatal yang berbeda dengan keputihan pada umumnya.

Jika mengalami gejala tersebut segera konsultasikan pada dokter kandungan untuk menghindari hal yang lebih buruk lagi.

Rajin Membersihkan Organ Intim

Mudahnya pertumbuhan bakteri jahat dan jamur dapat menyebabkan kondisi abnormalitas pada jumlah bakteri baik dan tingkat pH vagina. Untuk itu, alangkah baiknya Ibu hamil menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang tidak hanya dapat menghilangkan bau, tetapi menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

Baca Juga:

Menjaga Kebersihan Miss V Selama Kehamilan

Beberapa kondisi kesehatan organ kewanitaan di atas mulai dari keputihan berlebih hingga ancaman dari pertumbuhan infeksi jamur dan bakteri jahat memang harus Ibu waspadai. Mengingat beberapa jenis infeksi jamur dan bakteri dapat memengaruhi kondisi kesehatan janin dalam kandungan.

Oleh sebab itu, menjaga kebersihan miss V harus menjadi kebiasaan sehari-hari yang tidak boleh terlewatkan. Cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Basuh organ intim kewanitaan dari arah depan ke belakang.
  • Pastikan organ intim dalam keadaan kering sebelum mengenakan celana dalam.
  • Mengganti pakaian dalam jika terasa sudah lembab dengan yang bersih dan kering.
  • Gunakan pakaian dalam yang tidak ketat agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.
  • Hindari mandi atau berendam dengan air yang terlalu panas.
  • Tidak konsumsi gula berlebih karena saat gula darah meningkat, ada kemungkinan infeksi jamur vagina menjadi lebih tinggi.
  • Perbanyak probiotik untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan dari dalam.

Tips Menggunakan Sabun Kewanitaan Selama Hamil

sabun untuk menjaga kebersihan miss v

Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa menggunakan pembersih kewanitaan untuk ibu hamil setiap hari. Perlu Bumil catat bahwa menggunakan sabun ini selama kehamilan tetap aman dan formulasinya terbukti klinis ramah bagi ibu hamil.

1. Hindari Sabun Kewanitaan Dengan Kandungan Antiseptik

Penggunaan cairan antiseptik memiliki risiko yang berdampak pada infeksi dan membahayakan janin ataupun bayi baru lahir. Pasalnya, antiseptik memiliki sifat membunuh kuman dan bakteri baik.

Yang mana pada organ intim sendiri terdapat banyak bakteri baik yang dibutuhkan. Jika bakteri tersebut menghilang maka kondisi organ kewanitaan tidak akan seimbang lagi.

2. Hindari Penggunaan Sabun Mandi untuk Vagina

Area kewanitaan lebih sensitif daripada bagian tubuh lainnya. Sehingga menggunakan sabun mandi untuk menjaga kebersihan miss V sangat tidak disarankan karena cenderung kasar.

Akan lebih aman jika Ibu hamil memilih sabun khusus kewanitaan dengan formula yang lembut dan berbahan alami, serta teruji maupun terbukti aman selama kehamilan.

3. Menggunakan Produk yang Aman untuk Ibu Hamil

Parameter aman untuk sabun kewanitaan yaitu tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan memiliki pH rendah atau cenderung asam yang bertujuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Serta, kandungan vitamin dan bahan alami menjadi pertimbangan penting untuk memberikan efek baik pada organ intim.

Kabar baiknya saat ini ada Canesfresh, sabun khusus kewanitaan yang memiliki pH seimbang di level 5.0-5.5. Dengan begitu, kesehatan vagina dapat terjaga dengan aman. Yang mana kandungan vitamin B5 dan lotus pada Canesfresh membantu menjaga kebersihan miss V selalu segar, sehat dan bebas iritasi bahkan selama masa kehamilan.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.