Observasi Hutan Mangrove Cirebon

Tomoyo Rin

Updated on:

observasi hutan mangrove pesisir pantai cirebon

Petualangan aku kali ini yaitu Observasi Hutan Mangrove Cirebon. Sebetulnya aku sekedar mengantar kakaku, Indang. Udah lama banget si observasinya tepat di awal tahun 2012 yaitu tanggal 28 Januari. Observasi itu untuk penelitian sekripsinya.

Ya, kaka aku ini ngambil Fakultas Kehutanan di Universitas Kuningan (UNIKU) Jawa Barat. Yang di teliti burung – burung yang ada di hutan mangrove, tetapi sekalian saja aku teliti mangrovenya. Sambil menyelam minum air gitu deh.  

observasi hutan mangrove di cirebon

Mangrove merupakan jenis tumbuhan yang hidup antara muara sungai dan laut. Mangrove ini berguna sebagai penghalang gelombang laut agar tidak kedaratan dan juga untuk menghalangi terjadinya abrasi.

Contents

Jenis Mangrove di Hutan Mangrove Cirebon

Aku bareng si kaka observasi di kejawanan dan pengarengan Cirebon, maklum laut yang dekat dengan kuningan hanya laut Cirebon. Terdapat dua jenis mangrove di cirebon yaitu api-api dan bakau.

Mangrove Api-Api

observasi hutan mangrove jenis api-api

Mangrove Api-Api merupakan kerajaan Plantae yang merupakan bagian dari kelas Magnoliopsida. Serta termasuk dalam keluarga Acanthaceae Genus Avicennia.

Memiliki ciri-ciri akar napas serupa paku yang panjang dan rapat, muncul ke atas lumpur di sekeliling pangkal batangnya. Daun-daun dengan kelenjar garam di permukaan bawahnya.

Daun api-api berwarna putih di sisi bawahnya, dilapisi kristal garam. Ini adalah kelebihan garam yang dibuang oleh tumbuhan tersebut. Sedangkan untuk biji api-api berkecambah tatkala buahnya belum gugur, masih melekat di rantingnya.

Dengan demikian biji ini dapat segera tumbuh sebegitu terjatuh atau tersangkut di lumpur. Nama lain api-api di berbagai daerah Indonesia di antaranya adalah mangi-mangi, sia-sia, boak, koak, marahu, pejapi, papi, dan nyapi.

Mangrove Bakau

observasi hutan mangrove pesisir pantai cirebon

Bakau adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae. 

Kondisi Hutan Mangrove Cirebon

tambak observasi hutan mangrove

Dari dua tempat yang kami kunjungi, hutan mangrove yang ada di Cirebon sudah rusak karena tercemar oleh sampah – sampah yang dibuang ke laut dan lahan hutan mangrove yang dijadikan tambak serta berdirinya pabrik – pabrik disekitar pesisir laut.

Kegiatan itu menjadikan mangrove tidak bisa berkembang biak dengan baik. Di salah satu bagian hutan mangrove yang ada di Kejawanan, masih ada yang masih rimbun/alami, di sana juga masih terdapat banyak jenis burung.  

Masuk ke dalam Hutan Mangrove itu ternyata tidak menyenangkan, banyaknya nyamuk membuat tidak nyaman (gak bawa lotion nyamuk juga si jadi ribet tempur dengan nyamuk), terlebih jenis ular yang berbahaya dan mematikan, sedikit doki-doki.

Begitu pun saat masuk ke dalam hutan, tidak terbayang jika tiba – tiba ada ular menyerang dari atas pohon. Kita juga menemukan telur burung yang tersangut pada batang mangrove. warnanya hijau telur asin dan berukuran kecil.  

Mencari burung di Hutan Mangrove itu menyenangkan sekali. Jadi lebih tahu jenis burung apa aja yang ada di sana. Berjalan di sepanjang pesisir pantai yang ada mangrovenya tak kalah menyenangkan. Kondisi jalan di tambak yang basah terpaksa harus melepas sepatu, berlari di lumpur – lumpur basah mengejar burung untuk mendapatkan momen bagus di potret, walau merepotkan tapi berkesan.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.