Wisata Situs Banten Lama: Mengenang Sejarah Purbakala

wisata situs banten lama kerajaan

Di bulan April ini aku melancong di Kota Serang Banten yang salah satunya melakukan wisata ke situs Banten Lama. Perjalanan panjang selama di bus membuat pantat pegal. Cirebon-Serang ternyata jauh juga.

Perjalanan yang panjang dan sendirian. Walau sudah terbiasa tanpa di temani seseorang, aku merasa senang. Bahkan ke Jepang juga berani melancong sendirian. Terkecuali ke negara lain karena kendala bahas.

Teman-teman sering menjuluki aku Si Bolang. Aku itu memang kalau udah ngebet ke suatu tempat, tanpa pikir panjang. Teng. Langsung capcus pergi. Tidak mikirin kuliah, tugas, dan nasib buruk. Selama itu baik, apa yang harus dikhawatirin. Nothing.  

Penasarana bagaimana perjalananku selama di Banten?

Melancong ke Banten

Tujuan aku ke Banten adalah untuk menukar sepatu panjat yang aku kira tertukar. Ternyata tidak sama sekali. Konyol banget, kan – udah biasa juga sih konyol tidak jelas. Di sisi lain aku juga pengin jalan-jalan di Banten. Mengenal lebih dalam tentang lebih jauh lagi. Tidak seru jika hanya mencari di mbah Google, gak berkesan dan tidak memberikan sebuah kenangan.

Tiba di Serang aku menginap di Mapalaut karena memang tujuannya kesana. Berhubung sudah malam aku hanya diajak makan dan diceritain tentang laut Banten. Ternyata, bagus banget laut Banten tuh, beda sama di Cirebon yang lautnya kotor.

Paginya aku ke Mapala Lentera bareng sama Nel, temen baruku yang kenal waktu Climbing Competition di Mapala Mahesa Tangerang. Waktu itu masih belum jalan-jalan keliling Serang karena menunggu anak-anak yang dari Semarang. Akhirnya menginap lagi deh, semalam.  

Besoknya karena yang ditunggu sudah tiba, kami diajak wisata ke situs Banten Lama. Anak yang dari semarang aku hanya inget sama Bang Langitnya doang-Cakep lho, orangnya. Maklum aku memang paling cepet lupa sama nama, apalagi tidak pernah ketemu dalam jangka waktu yang panjang.

Daftar Wisata Situs Banten Lama

Menara Situs Banten Lama

Lorong menuju puncak menara Banten Lama sangat kecil dan hanya cukup untuk satu orang saja. Seperti jalan setapak di gunung. Tetapi yang aku tidak mengerti adalah para pengunjung tidak bentrok di tengah jalan dengan pengunjung yang hendak turun. Padahal di atas banyak pengunjung. Sampai sekarang masih menjadi misteri. Btw, asyik dan seru juga berada di atas menara. Terlebih, saat berada di atas puncak perasaanku selalu merasa lega.  

Museum Banten Lama

Setelah dari menara, kami mengunjungi museum situs kepurbakalaan Banten Lama. Terdapat berbagai jenis benda-benda bersejarah peninggalan jaman penjajah. Ada kris, mesin cetak uang, gerabah dari tanah liat, rumah jaman dulu, dan masih banyak yang lainnya. Setelah, berkeliling kami memutuskan bersantai di depan museum sambil memikirkan kemana lagi perjalanan selanjutnya.  

museum wisata situs banten lama
Mesin Pencetak Uang
kris museum situs banten lama
Kris
perjalanan wisata situs banten lama

Setelah cukup lama istirahat, wisata lanjut ke sebuah bangunan yang dulunya itu kerajaan. Saat ini hanya tersisa bentengnya saja. Tempatnya yang luas, cocok buat lari – lari, teriak – teriak tidak jelas kalau lagi suntuk. Terlihat ada juga yang sedang mengembala kambing.

Ada kejadian konyol yang tidak akan terlupakan. Saat itu kami hendak keluar tetapi karena ke gerbang masuk jauh akhirnya kita manjat pagar besi (calon – calon maling kaya gini tuh).

Eh, tapi ada yang nyahut “naik lagi yuk, keluarnya lewat biasa aja, kan motor di sana”. Terpaksa manjat pagar lagi. Udah turun naik lagi sama kaya naik gunung udah naik turun lagi. Lalu ada segerombolan anak SMA yang kelihatannya sih sedang observasi. Mereka malah ikut-ikutan manjat. Kasihan cewek – cewek yang pake rok, maksain diri naik lagi.

Jujur tidak bisa menahan ketawa. Walau dalam hati aku bergumam “Ternyata memberikan contoh yang tidak baik.”   Selanjutnya balik deh karena udah sore juga, tapi aku cari kura-kura dulu. Aku tuh suka banget sama binatang, apalagi kelinci, kura – kura, landak mini, hamster, ayam, burung, kucing.  

wisata situs banten lama

Walau hanya wisata Situs Banten Lama saja, tetapi sangat menyenangkan dan berkesan. Pengalaman yang indah dan tak akan terlupakan. Selanjutnya suku Baduy yang akan dijelajah, tapi tidak tahu kapan. lol. Makasih temen – temen di Mapalaut, Lentera, Bang Langit dan temennya dari Semarang. Semoga kita bias bertemu lagi. Miss U.  

Previous Post Next Post

4 Comments

  1. Reply Erin Friyana Maret 26, 2015 at 04:58

    baikkkk….. 😀
    hehee…. hayu ke banten lagi.
    btw ini siapa?

  2. Reply Erin Friyana Maret 26, 2015 at 09:36

    haloo… bang langit. sehat juga kah???
    aduhhh…. ko bisa si nyasar ke blog aku bang? hehee
    jadi malu. 😀

  3. Reply PANDAWA SEMARANG Maret 26, 2015 at 03:16

    Hohohoho..apa kabar erin? Wah, liat foto2nya jadi pengen ngebolang ke banten lg..hehe

  4. Reply PANDAWA SEMARANG Maret 26, 2015 at 07:57

    hahahahahaha…saya langit..hehe

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.