4 Aspek Penting dalam Penerapan Budaya K3

Tomoyo Rin

K3
aspek penerapan budaya k3

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di tempat kerja, salah satunya tidak menerapkan budaya K3. Karyawan melanggar aturan yang berlaku, tidak menggunakan APD, atau tidak bekerja sesuai prosedur yang sudah perusahaan tetapkan.

Pada dasarnya untuk menghindari kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan kerja tidak hanya bergantung pada lingkungan kerja sala. Melainkan harus ada awareness atau kesadaran diri dari setiap karyawan pada sebuah perusahaan.

Contents

Pengertian Budaya K3

Budaya K3 adalah segala upaya untuk menciptakan keselamatan kesehatan kerja yang aman melalui berbagai sikap, nilai-nilai, norma, juga keyakinan dalam menciptakan perilaku selamat. Ini juga sesuai dengan yang disampaikan oleh organisasi ACSNI tahun 1993.

The Advisory Committee on the Safety of Nuclear Installations (ACSNI) bahwa budaya K3 adalah komitmen terhadap keselamatan kesehatan kerja berdasarkan nilai-nilai, sikap, kompetensi, persepsi, dan perilaku individu maupun kelompok.

Dari pengertian budaya K3 tersebut membuktikan bahwa keselamatan kesehatan kerja mengkombinasikan banyak aspek. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman tidak hanya tercipta setelah peraturan atau program K3 ditetapkan, tetapi perlu tindakan nyata dalam penerapannya.

Aspek Penting dalam Budaya K3

penerapan budaya k3 di tempat kerja

Perusahaan harus menetapkan peraturan K3 untuk kesejahteraan karyawan di tempat kerja. Ini memiliki tujuan untuk menghindari kecelakaan kerja dan tidak ada penyakit yang karyawan derita selama melakukan pekerjaan.

Agar terwujud lingkungan kerja yang sesuai dengan aturan perusahaan maka perlu budaya atau kebiasaan dalam mematuhi aturan dan bekerja sesuai prosedur. Budaya ini harus dijalankan secara konsisten berdasarkan nilai-nilai yang dianut.

Selain itu, terdapat 4 aspek budaya K3 untuk mewujudkan sistem keselamatan kesehatan kerja.

1. Adanya Komitmen dari Perusahaan

Perusahaan memiliki andil besar dalam menciptakan sistem dan program K3 sesuai aturan berlaku. Namun, perusahaan memerlukan komitmen besar untuk menjalankan program K3, misalnya melakukan training rutin untuk karyawan.

Begitu juga dengan pengawasan rutin terhadap peralatan produksi dan lingkungan kerja. Terlebih jika perusahaan memiliki resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, maka K3 yang paling utama untuk setiap manajer dan karyawan patuhi.

2. Kesadaran dari Karyawan

Setiap karyawan harus memahami betul bahwa pekerjaan memiliki risiko bahaya tersendiri. Walaupun pekerjaan tersebut tidak berhubungan dengan mesin produksi.

Misalnya dalam penggunaan mesin fotocopy maka karyawan harus menggunakannya sesuai prosedur. Selain itu, haus memastikan peralatan listrik berfungsi dengan baik. Jika tidak bisa saja terjadi kecelakaan karena konsleting listrik.

Kesadaraan diri atau awareness harus tertanam kuat dalam setiap diri karyawan. Hal ini karena sistem K3 tidak akan berjalan jika karyawan lalai terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Perlu diingat juga bahwa kesadaran diri tidak hanya memberikan keamanan dan kenyaman pada diri sendiri, melainkan untuk setiap karyawan pada lingkungan kerja tersebut. Itulah mengapa setiap prosedur /SOP harus dipatuhi, memahami risiko bahaya, menggunakan APD di lingkungan tertentu, dan mengikuti training dengan baik.

3. Adanya Tindakan Kepatuhan Regulasi

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda mengenai regulasi K3, begitu juga Indonesia yang mana regulasi keselamatan kesehatan kerja sudah tertera dalam Undang-Undang. Berikut ini beberapa regulasi terhadap kepatuhan K3.

  • Keselamatan Kerja diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970
  • K3 juga diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 yang membahas Ketenagakerjaan
  • Permenperin No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Dalan UU Cipta Kerja juga tercantum pembahasan K3 tepatnya pada UU No. 11 Tahun 2020

Penerapan K3 di perusahaan mengacu pada UU yang berlaku. Termasuk ketika ada perubahan dan perbaikan regulasi.

4. Terdapat Passion dari Professional K3

Profesional K3 harus ada pada setiap perusahaan. Umumnya departemen yang mengurus keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja yaitu departemen SHE atau HSE atau HES atau EHS.

Luasnya cakupan K3 maka seorang professional K3 melibatkan berbagai bidang multidisipliner. Hal ini mencakup berbagai profesi dalam bidang engineer, kesehatan, officer, hingga data analysis.

Nantinya profesional K3 yang akan membuat aturan, sistem, dan program K3 di perusahaan. Baik itu dalam bentuk hard skill maupun skill.

Sebagai contoh training mengatasi kebakaran. Melakukan evaluasi, pengawasan, dan controlling secara rutin.

Lingkungan kerja yang aman dan nyaman merupakan hak setiap karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan. Salah satu caranya dengan membuat sistem dan program K3.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.