3 Kemampuan Dasar Cek Fakta Berita Hoax Kesehatan Covid-19

berita hoax kesehatan covid

Berita hoax kesehatan, terutama mengenai covid-19 banyak beredar melalui internet. Khususnya di media sosial dan whatshap grup. Di mana isu hoax Covid telah menciptakan kegaduhan dan salah persepsi terhadap tindakan yang diambil masyarakat.

Sebagai salah satu contoh kasus yang masih hangat adalah susu beruang yang dapat menyembuhkan covid, sehingga banyak masyarakat berbondong-bondong stok produk dengan klaim susu murni ini. Menyebabkan stok di berbagai ritel atau supermarket kosong, kecuali jika membeli dari personal itupun dengan harga yang tinggi.

Faktanya hasil verifikasi susu beruang yang tengah viral tersebut tidak dapat menyembuhkan Covid-19. Hal ini karena susu beruang merupakan susu uht biasa dan belum ada penelitian yang mampu membuktikannya. Bahkan saat aku menonton youtube dr. Tirta mengenai berita hoax Covid untuk menjaga kesehatan tubuh bisa kita temukan pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Sayuran, buah-buahan dan daging. Butuh asupan Vitamin A, B, C, D, E, zat Besi, protein, semuanya lengkap terkandung dalam buah sayur dan daging. Bahkan saat membutuhkan vitamin D, Tuhan menciptakan matahari untuk berjemur di waktu tertentu. Ya, bukan rahasia umum bahwa tidak hanya baju yang harus dijemur, tubuh kita juga perlu dan bisa banget.

Berantas Beriat Hoax Kesehatan di Indonesia

cek fakta berita hoax kesehatan

Bahas soal berita hoax ini memang tidak ada habisnya karena arus informasi yang masuk melalui jejaring internet setiap harinya itu tidak terbatas dan tanpa penyaringan.

Berdasarkan data dari MAFINDO bahwa di tahun 2019 terdapat kasus hoax kesehatan hanya 86 kasus dalam kurun satu tahun tersebut atau sekitar 7%. Berbeda saat Covid mulai melanda dunia, dalam setengah tahun saja di tahun 2020 jumlah kasus hoax meningkat hingga 56% atau mencapai 519 kasus.

Sedangkan berdasarkan catatan Kementrian Kominfo terdapat 1.471 hoaks terkait Covid-19 hingga 11 Maret 2021. Menjadi permasalahannya adalah kasus lama yang sudah diverifikasi masih tersebar di masyarakat. Selain itu rendahnya literasi digital di Indonesia memperparah penyebaran berita hoax kesehatan.

Oleh sebab itu, aku mau berbagi informasi dalam mencegah penyebaran berita hoaks tentang kesehatan hasil dari mengikuti workshop bersama Tempo Sesi 2. Nara Sumber kedua adalah Mba Siti Aisah atau yang akrab dipanggil Mba Ica. Dalam workshop sesi kedua ini Mba Ica menjelaskan tentang infodemik, permasalahan dari dampak mis/disinformasi kesehatan, hingga mengajak peserta untuk cek langsung cara verifikasi keaslian suatu berita.

Yuk, kita intip lebih lanjut, ya.

Infodemik Covid-19

Infodemik adalah suatu situasi di mana informas salah beredar lebih cepat dibandingkan berita aslinya. Hal tersebut karena adanya penggunaan internet yang begitu masif, terutama di masa pandemi Covid-19 ini karena semua aktivitas banyak dilakukan secara online. Tidak heran jika sebuah perusahaan media asal inggris melaporkan bahwa 61,8% orang Indonesa pengguna aktif media sosial.

Kalau itu setuju, ya. Emak, Bapak, Kakak, Adik, Tante, Keponakan banyak sekali yang aktif di media sosial seperti facebook dan instagram. Sedangkan literasi digital masih rendah. Tidak heran jika sampai saat ini masih banyak yang mudah termakan informasi hoax.

Untuk mengatasi infodemik ini dengan bantuan dari platform digital yang dibuat lebih akuntabel, meningkatkan literasi digital masyarakat dan melacak berita mis/disinformasi untuk dilakukan verifikasi. Hal itu karena mis/disinformasi seperti yang sudah aku tulis dalam artikel Cara Mengatasi Berita Hoax memiliki dampak buruk bagi pengguan internet

Dampak Mis/Disinformasi

Berikut ini dampak dari mis/disinformasi.

dampak berita hoax kesehatan

Cek Fakta Berita Hoax Tentang Kesehatan

Cara mudah dalam melakukan cek fakta berita hoax kesehatan dengan selalu memerhatikan sumber tulisan tersebut. Apakah dari sumber asli atau dari akun yang mencurigakan. Lalu, jangan hanya membaca judul, terlebih jika judul berita terlalu sensasional. Hal tersebut bisa saja hanya sekedar click bait atau memang untuk membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

Adapun dalam klaim berita kesehatan dengan melakukan teknik dasar berikut ini.

1. Ambil Berita dari Sumber yang Terpercaya

Jika kita tengah mencari suatu informasi maka sebaiknya memilih dari sumber yang terpercaya. Sebagai contoh informasi tentang kesehatan bisa mencari referensi di website Badan Kesehatan Dunia (WHO),Kementrian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan lainnya.

2. Melakukan Studi Peer-Review dan Pre-Print

Dalam poin kedua ini sebetulnya hampir sama dengan poin pertama yaitu informasi sudah melalui proses penelitian sampai tahapan evaluasi oleh tim pakar independen dari bidang keilmuan yang sama. sedangkan untuk studi pre-print belum melewati proses peer-preview, sehingga harus hati-hati dalam menyimpulkan dari hasil penelitian ini. Hal tersebut karena metode dan hasil penelitian belum dianalisa secara independen.

3. Studi Korelasi dan Hubungan Sebab Akibat

Studi ini mengingatkan pada pelajaran bahasa Indonesia, ya. Di mana untuk studi korelasi ini bertujuan mengukur derajat keeratan antara dua variabel. Contohnya yaitu mengenai orang tua yang rentan terpapar virus Covid-19. Hal tersebut karena ada faktor lain yang memengaruhi seperti penyakit bawaan dan lainnya.

Sedangkan, untuk Hubungan Sebab Akibat bertujuan untuk meneliti pola kausalitas dari sebuah variable terhadap variabel lainnya.

Dengan memahami ketiga hal kemampuan dasar di atas akan lebih mudah saat menyaring setiap berita di Internet. Sehingga, tidak mudah menelan begitu saja. Harus lihat dulu isi dan konteksnya.

Penutup

Mengatasi berita hoax kesehatan tentang Covid-19 maupun kesehatan pada umumnya bisa dengan melakukan kemampuan dasar cek fakta di atas. Dari selalu mencari dan mengambil berita dari situs-situs terpercaya, membaca jurnal ilmiah atau hasil penelitian yang sudah melalui proses peer-review dan melakukan studi korelasi atau hubungan sebab akibat.

Yuk, kita sama-sama brantas informasi hoax dengan tidak menyebarkannya. Melainkan sebarkanlah verifikasi berita hoax dari situs cek fakta berita kesehatan terpercaya.

Previous Post Next Post

One Comment

  1. Reply fika anaira Juli 17, 2021 at 11:09

    hoax memang berbahaya banget mba. Sekarang aku mesti cek disinformasi dulu, kalau nggak gitu bisa-bisa aku jadi salah satu penyebar hoax

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.