Contoh Keselamatan Kerja yang Harus Dipatuhi

Tomoyo Rin

Updated on:

K3
contoh keselamatan kerja yang harus dipatuhi oleh karyawan

Sebagai bagian penting dalam lingkungan kerja maka perusahaan perlu menerapkan keselamatan kerja untuk keamanan, kenyamanan, dan kesehatan karyawan. Dalam menerapkan K3 dapat melakukan contoh keselamatan kerja pada ulasan artikel kali ini.

Contents

Contoh Keselamatan Kerja

Program K3 hal merupakan penting yang harus semua karyawan maupun supplier dan customer patuhi ketika ada di lingkungan perusahaan. Tujuannya untuk melindungi keamanan setiap orang.

Itulah sebabnya setiap orang harus memahami langkah apa saja yang harus mereka terapkan dalam manajemen keselamatan kesehatan kerja. Contoh mudah yaitu berjalan pada jalur yang sudah manajemen K3 tentukan, karena berdasarkan peraturan jalur kendaran dan pejalan kaki harus berbeda.

Karyawan juga harus memahami penggunaan APAR untuk keadaan darurat, atau menggunakan APD di lingkungan yang memiliki resiko tinggi terhadap keamanan dan keselamatan.

Adapun contoh lain dalam praktik keselamatan kerja, diantaranya:

contoh penggunaan APAR keselamatan kerja untuk resiko kebakaran

1. Identifikasi Resiko Bahaya

Langkah tepat dalam menerapkan K3 yaitu dengan mengetahui bahaya resiko di tempat kerja. Dengan begitu perusahaan dapat melindungi karyawan dari resiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Contoh identifikasi resiko bahaya dengan cek kelayakan mesin produksi. Memastikan buku panduan manual atau resiko bahaya sudah diketahui karyawan yang bertugas.

2. Menggunakan APD Lengkap

Alat Pelindung Diri (APD) wajib digunakan ketika memasuki ruangan atau area yang memungkinkan besar terjadi resiko kecelakaan. APD lengkap juga untuk menjaga kesehatan dari paparan bahan kimia dan debu yang berbahaya.

Alat APD meliputi helm, kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu keselamatan kerja. Beberapa aktivitas mungkin mengharuskan mengenakan pakaian pelindung diri khusus.

3. Tersedia Jalur Evakuasi dan Tanda Keselamatan

Jalur evakuasi wajib ada untuk mencegah resiko bahaya yang tinggi jika terjadi kondisi darurat. Misalnya terjadi kebakaran, maka karyawan harus mengikuti rute evakuasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Jalur evakuasi juga untuk mencegah kepanikan. Selain itu, harus tempatkan tanda-tanda keselamatan pada setiap jalur evakuasi.

4. Penanganan Bahan Kimia

Bahan kimia memiliki sifat yang berbeda. Paling umum mudah meledak, sehingga perlu penanganan bahan kimia mulai dari penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan.

Penanganan bahan kimia sudah tertera jelas dalam MSDS produk. Untuk itu, setiap karyawan yang bertugas harus memahami MSDS dan tempelkan di area kerja untuk diketahui setiap orang yang berkunjung.

5. Perawatan Mesin dan Peralatan Elektronik

Contoh keselamatan kerja yang tidak boleh diabaikan yaitu melakukan perawatan mesin dan barang elektronik lainnya secara rutin. Perawatan rutin akan memudahkan saat melakukan identifikasi resiko bahaya kecelakaan.

6. Pencegahan dan Pengendalian B3

Setiap bahan berbahaya dan beracun (B3) harus mendapatkan penangan yang tepat. Mulai dari tempat penyimpanna, cara penggunaan, hingga pembuangan limbah. Ini untuk menghindari radiasi, paparan uap berbahaya yang terhirup, dan mencegah terjadinya ledakan.

7. Pelatihan Keselamatan

Pelatihan keselamatan kerja membantu karyawan untuk memahami secara detail langkah apa saja dalam program K3. Meliputi pemahaman tentang penggunaan peralatan, prosedur evakuasi, dan penanganan B3.

Dalam pelatihan keselamatan juga meliputi latihan memadamkan api dengan APAR dan media lainnya. Dengan ini karyawan paham apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi kebakaran atau ledakan.

8. Menciptakan Lingkungan Nyaman

Lingkungan kerja yang dapat menghindari karyawan dari gejala stres. Contohnya waktu istirahat yang cukup dan pisahkan area yang bising dengan area yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Masih ada beberapa hal untuk menerapkan contoh keselamatan kerja. Dalam UU tentang keselamatan kerja banyak poin yang tercantum, seperti tersedia ventilasi ruangan yang cukup, pengendalian penyakit akibat kerja (PAK), penerangan yang cukup, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan memperhatikan aspek kesehatan melalui program K3.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.