Laut Indonesia (Masih) Menangis Oleh Sampah Plastik

Tomoyo Rin

Updated on:

laut indonesia penuh sampah

Beberapa waktu lalu sempat viral di instagram dengan salah satu postingan yang menggambarkan kondisi laut Indonesia. Postingan tersebut adalah unggahan aktivis Sea Legacy yaitu Justin Hofman.

Dalam postinganya menunjukan seekor kuda laut tengah membawa cottun bud di laut Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Hal yang membuat miris akan kondisi laut Indonesia.

Sebagai warga negara Indonesia, aku malu sangat dengan kejadian yang tak enak dipandang tersebut. Betapa malangnya kuda laut tersebut, juga jutaan biota laut di dalamnya saat benda asing yang tidak semestinya ada singgah di rumah mereka

Contents

Ancaman Sampah di Laut Indonesia

Di darat sendiri melihat sampah berserakan, membuat tak nyaman bukan? Pun, para penghuni laut pasti merasakan hal yang sama. Dan ancaman terbesarnya adalah kehidupan biota laut sendiri.

Ekosistem mereka tengah terancam. Tidak hanya mereka karena manusia juga sama terancamnya. Kita tengah memakan bangkai yang kita buang sendiri.  

Sampah Plastik Mengancam Ekosistem Laut Indonesia

Perlu garis bawahi bahwa sampah plastik bukanlah sampah yang mudah terurai. Itulah salah satu yang menjadi ancaman besar. Lho, memang kenapa kalau tidak terurai? Bahaya! Terutama untuk terumbu karang dan pohon mangrove.

Pernah tidak si kita berfikir, jika sampah plastik itu akan menutupi saluran pernafasan terumbu karang dan mangrove? Membuat mereka tak bisa bernafas. Bayangkan saja, kita masuk kedalam ruangan tanpa oksigen. Masihkah dapat bertahan hidup?

Tanpa campur tangan Tuhan tak akan pernah selamat.   Padahal terumbu karang yang tak hanya terlihat indah itu memiliki tugas yang sangat penting bagi kehidupan hewan laut.

Terumbu karang menjadi tempat hidup dari mencari makan hingga bertahan hidup bagi hewan lainnya. Tugas terumbu karang lainnya yaitu menjaga terjangan ombak agar tidak langsung ke pesisir pantai. Pun, dengan mangrove.

Banyak hewan laut yang mencari makan di sana. Mangrove menjaga laut agar tidak erosi dan abrasi. Sehingga terjadilah keseimbangan antara ekosistem laut maupun darat. Lah, sekarang? sampah yang semakin banyak mengapung di lautan malah datang mengancam.  

Ancaman Sampah Plastik Bagi Manusia

Sampah plastik membutuhkan belas tahun untuk terurai. Sayangnya setelah terurai pun bukanlah kabar baik. Karena kandungan kimia dalam sampah plastik akan meracuni atau tertelan ikan.

Manusia mengkonsumsi ikan tersebut. Alhasil kesehatan manusia ikut kena dampaknya juga. Keracunan, yang akan semakin berbahaya jika sampai memakan korban. Sampah plastik masih menjadi PR besar bagi manusia.

Penyebab Sampah Berada di Laut Indonesia

laut indonesia bebas sampah plastik

Sampah-sampah plastik yang memenuhi lautan bisa dari sampah-sampah yang dibuang ke sungai hingga terbawa kelautan. Bisa juga sampah-sampah dari penduduk pesisir pantai.

Sampah Rumah Tangga

Hal ini aku temukan saat trip ke Pulau Pramuka. Di hari kedua setelah berkunjung ke penangkaran penyu, kembali ke penginapan dengan berjalan kaki mengelilingi Pulau Pramuka. Kagetnya saat di pinggir pantai aku menemukan tempat pembuangan sampah yang tidak ada tembok penghalang.

Sedangkan jarak ke laut hanya setengah meter. Bagaimana jika ada angin? Tidak menutup kemungkinan sampah-sampah tersebut akan terbang ke laut. Bahkan yang awalnya aku suudzon karena menemukan banyak sampah mengambang di laut itu karena pendatang atau kiriman dari sungai.

Pemikiran tersebut langsung kutepis. Tidak 100% sampah itu hasil pembuangan dari daratan maupun para pendatang yang masih doyan buang sampah sembarang.

Dengan melihat kondisi tempat pembuangan sampah yang sama sekali tak sedap dipandang mata membawa andil besar terhadap kotornya lautan akibat sampah plastik.  

Kita, manusia, sebagai sama-sama makhluk ciptaan Tuhan harus saling menjaga dan melindungi karena pada dasarnya makhluk hidup itu saling ketergatungan satu sama lainnya. Manusia tidak bisa terus-terusan egois. Salah satunya mengenai pengolahan sampah plastik.

Dari tempat pembuangan dan pengolahan harus perhatikan dengan cermat. Sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk. Sampah non organik bisa di daur ulang lagi. Karenanya, kalau ada tong sampah ya buang sampah di sana.

Jangan asal buang. Apalagi kalau buang ke selokan/sungai. Stop ya, STOP! Kalau susah sadarnya ya, coba perlahan-lahan biasakan dari sekarang agar nantinya jadi terbiasa. 

Kesadaran Diri Buang Sampah Pada Tempatnya

Hal kecil yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran diri agar tidak buang sampah sembarangan lagi. 

Sedia Tong Sampah

Menyediakan tong sampah di rumah lebih dari satu untuk diletakan di kamar, dapur dan pekarangan rumah.

Tidak Buang Sampah Sembarangan

Saat berpergian ke tempat umum carilah tong sampah. kalau tidak ada bawa saja sampai menemukannya.

Tanamkan Tanggung Jawab

Tanamkan terus dalam pikiran dan hati bahwa saat buang sampah sembarang itu mencerminkan manusia yang tidak berkelas. Malu dong sama kucing yang saat mau boker pasti cari pasir atau tanah untuk mengubur kotorannya. 

Kesimpulan

Menjaga laut Indonesia dengan tidak membuang sampah sembarangan harus kita lakukan. Atau bisa dengan melakukan gebrakan baru untuk mengurangi sampah plastik seperti yang dilakukan oleh Kevin Kumala dengan produk kantong plastik dari singkong.

Ada juga David Christian yang membuat gelas dari rumput laut. Siapa lagi yang mau bikin gebrakan baru untuk menciptakan barang-barang unik yang dapat mengurangi sampah plastik?  Mari menjaga laut Indonesia bebas dari sampah plastik!  

Baca juga berita viral tentang artikel trigger yang ditulis oleh Mba Sri Mulyani yaitu tentang Pesawat Jet Eksklusif Sebagai Kebutuhan.

___________________

Artikel ini sebagai tanggapan untuk post trigger Pesawat Jet Eksklusif Sebagai Kebutuhan oleh Mba Sri Mulyani #KEBBloggingCollab Kelompok Dian Sastro

 
 
 
 
 
 
 
 

12 pemikiran pada “Laut Indonesia (Masih) Menangis Oleh Sampah Plastik”

  1. Betul mba, kasihan sama hewan-hewan laut. yang di Pulau Pramuka saja itu deket ke penangkaran penyu dan aku lihat di tengah sampah yang mengambang di laut, muncul penyu dari sana.

    Balas
  2. Inovasi yang keren tuh kantong plastik dari singkong dan gelas dari rumput laut. Setuju banget kalau memang harus jauhkan laut dari sampah. Kasihan hewan2nya. masih kebayang penyu yang terkena batang rokok di hidungnya πŸ™

    Balas
  3. Pembangunan Reklamasi di jakarta utara juga mengancam kepunahan biota laut. Nelayan juga tidak bisa melaut karena ikannya pada mati semua. semoga pemerintah segera menyadarinya dan menutup reklamasi tersebut.

    Balas
  4. Sedih kalau ada yang buang sampah sembarangan. Masalah di laut gak cuma itu kadang ada yang buang limbah, sisa minyak jg di laut πŸ™
    Semoga pemrintah makin aware, trus kita jg mulai dr diri sendiri spy gk buang smapah di pantai/ laut ya mbk TFS

    Balas
  5. sedih..aku pernah tuh dikasih fakta sama greeneration.org duhh miris ya melihat laut penuh dengan sampah, belum lg ada yang sampai menyusahkan hewan2nya

    Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.