Peran Orang Tua dan Guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh

pembelajaran jarak jauh di Indonesia

Di masa pandemik Covid-19, pembelajaram tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan secara daring. Tentunya keputusan pemerintah memberlakukan PJJ ini untuk menekan angka penularan corona virus. Terlebih untuk anak-anak yang masih di bangku PAUD, TK dan SD, akan sulit mengontrol dalam menerapkan protokol 3M. Menjaga jarak, mencuci tangan dan rajin mencuci tangan.

Pasti tidak asing ya, dengan keaktifan anak-anak. Akan tetapi dalam praktiknya PJJ menimbulkan permasalahan baru. Seperti peran orang tua dalam menemani anak belajar yang ternyata malah membuat orang tua menjadi stres, guru yang harus membuat materi khusus untuk PJJ dan anak yang kurang paham tentang materi ajar.

Dalam Webinar “Refleksi Pendidikan Indonesia diantara PJJ dan PTM” tanggal 5 juni 2021, Ibu Saufi Sauniawati selaku pemateri menyampaikan mengenai PJJ dan peran penting antara orang tua serta guru agar pembelajaran jarak jauh berjalan dengan baik.

Sebetulnya apa dan bagaimana PJJ di Indonesia?

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

kendala pembelajaran jarak jauh

Pembelajaran jarak jauh adalah suatu proses belajar di mana guru dan peserta didik berada di tempat yang berbeda. Agar proses belajar berjalan lancar dengan baik memerlukan alat telekomunikasi. Yang tidak asing saat ini adalah memanfaatkan teknologi internet.

PJJ berlangsung melalui Whatshap, Google Cllassroom, Zoom dan lainnya. Dengan begitu guru dan murid masih bisa bertatap muka secara daring. Pun, dengan tugas-tugas dan ujian yang pengerjaan dan pengumpulannya secara online.

PJJ sendiri sudah Amerika gunakan sejak tahun 1892 untuk tingkat pendidikan tinggi oleh Universitas Chicago. Hingga saat ini seiring berkembangnya teknologi, PJJ bukanlah hal yang asing. Hanya saja untuk Indonesia perubahan dari PTM ke PJJ memberikan dampak besar terhadap kesiapan dari murid, orang tua dan guru itu sendiri.

Kendala Pembelajaran Jarak Jauh

Belum Paham Menggunakan Teknologi Digital

Masih banyak yang awam dengan penggunaan teknologi digital dan tidak setiap murid memiliki handphone. Sehingga tidak heran jika sistem belajar jarak jauh di Indonesia masih belum siap.

Jaringan Internet

Jaringan internet yang stabil belum merata hingga ke pelosok wilayah. Walaupun ada, terkendala oleh sinyal yang sering lost. Seperti jalanan ke gunung, sinyal naik-turun tidak karuan.

Beban Kuota Internet

Belajar jarak jauh tentunya memerlukan kuota internet agar bisa mengikuti setiap pembelajaran. Sayangnya kuota internet yang dibutuhkan tidak sedikit. Banyak orang tua yang kesulitan membeli di tengah pandemi yang telah memporak-porandakan perekonomian masyarakat.

Materi Pembelajaran

PJJ merupakan hal yang baru bagi para guru maka di awal pembelajaran jarak jauh masih ada yang kerepotan membuat materi pembelajaran. Selain itu murid juga mengalami kesulitan dalam mencerna pembelajaran.

Apakah sama sekali tidak ada solusinya?

Ada. Contoh kasus mengatasi jaringan internet yang sulit. Di kampung halamanku di wilayah Kuningan Timur. Internet memang ada tetapi sinyal tidak mendukung. Hanya di tempat-tempat tertentu saja yang bisa akses internet dan itu berlaku untuk semua provider.

Akhirnya sistem pembelajaran tetap dilakukan PTM per kelompok di rumah murid. Jadi guru yang akan mendatangi murid. Biasanya per kelompok terdiri dari lima orang dengan durasi waktu yang singkat sekitar 1-2 jam. Hal tersebut untuk tetap menjaga penularan Covid-19, walau angka kasus di kampungku nol.

Selain itu, mengenai kuota internet. Pemerintah telah memberikan bantuan kuota khusus anak-anak sekolah. Jadi, setiap permasalahan tentunya ada solusi yang masih bisa dipecahkan.

Dampak Positif Pembelajaran jarak Jauh

Kendala yang dihadapi selama PJJ tentunya masih dapat diatasi dengan cara yang tepat. Sehingga jika ada yang berasumsi bahwa pembelajaran jarak jauh menurunkan pendidikan karakter bagi generasi muda, ini kurang tepat karena PJJ memiliki dampak positif khususnya untuk anak.

1. Berkembangnya Karakter Anak

Selama belajar daring perkembangan karakteristik anak akan meningkat. salah satunya soft skill. Di mana anak akan belajar membantu orang tua membersihkan rumah atau mencuci piring. Walau untuk memenuhi tugas dari guru, namun secara tidak langsung dan secara perlahan anak akan mengerti akan pentingnya saling tolong-menolong.

2. Kreatif

Anak menjadi lebih kreatif dalam mengerjakan tugas melalui perangkat elektronik. Misalnya menggunakan beberapa aplikasi yang lebih memudahkan anak dalam mengerjakan tugas.

3. Portal Pendidikan Berkembang Pesat

Saat ini tidak sulit menemukan portal pendidikan sesuai kebutuhan. Pun, dengan televisi. Salah satunya adalah tayangan TVRI untuk belajar dari rumah. Dengan begitu saat internet tidak dapat diakses masih bisa menikmati belajar dari rumah.

4. Orang Tua Mengenal Kemampuan Belajar Anak

Selama pembelajaran tatap muka orang tua menyerahkan sepenuhnya proses belajar anak kepada sekolah. Sehingga tidak heran jika banyak yang tidak memahami seperti apa kemampuan anak saat belajar. Berbeda ketika PJJ walau membuat kewalahan, tetapi belajar daring membuat orang tua dapat memahami kemampuan belajar anak.

Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi pun pada akhirnya mengubah peran orang tua yang tadinya hanya sebagai pengawas dan motivator kini memiliki peran yang hampir sama dengan guru.

Peran Orang Tua dan Guru Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran Jarak Jauh dari rumah penting untuk setiap orang tua pahami bahwa peran yang tadinya untuk memberi motivasi kini berubah lebih kompleks lagi. Di mana orang tua nantinya harus bisa berkolaborasi dan bekerjasama dengan guru.

Adapun peran orang tua dan guru, sebagai berikut.

Peran Orang Tua

peran orang tua selama PJJ

Sebagai pembimbing, sebagai fasilitator, sebagai pengawas dan motivator. Orang tua harus mengarahkan anakanya agar tetap belajar walau dari rumah dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan seperti gawai atau komputer. Setelah itu pengawasan terhadap anak jangan sampai terlewatkan dan buatlah anak memiliki motivasi untuk tetap semangat belajar.

Peran Guru Khususnya Wali Kelas

peran guru selama PJJ

Mengajar online membuat guru harus lebih kreatif lagi dalam membuat bahan ajar agar menarik. Guru pun tetap memiliki peran sebagai guru pamong, sebagai pengawas dan sebagai motivator. Jadi tidak lepas tanggung jawab begitu saja karena murid belajar dari rumah.

Dengan adanya kedua peran dari orang tua dan guru yang saling mendukung sistem belajar anak maka peran anak sebagai siswa yang bertanggung jawab, inovatif, inquiry, dan memiliki komunukasi yang baik maka akan berjalan lancar.

Paket Belajar Faber-Castell, Membantu Proses PJJ

faber castell stylus pen

Selain internet ada satu kendala yang dihadapi oleh para murid yaitu fasilitas seperti laptop atau printer untuk mengerjakan tugas. Seperti yang sudah aku sebutkan di atas tidak semua orang tua mampu membeli laptop dan printer. Sehingga beban lain selain kuota internet adalah biaya untuk print tugas-tugas pembelajaran.

Oleh sebab itu, Faber-Castell selaku perusahaan yang sudah bergerak dibidang alat-alat tulis sejak tahun 1761 lamanya menyediakan paket belajar untuk kebutuhan selama belajar jarak jauh. Di mana di dalamnya terdapat pensil, pulpen, penghapus dan serutan. Namun yang unik adalah disertai dengan stylus yang dapat digunakan oleh segala jenis hanpdhone touch screen.

Fungsi stylus ini bermanfaat untuk mengerjakan tugas dan soal ujian tanpa harus memiliki laptop dan printer. Caranya sangat mudah cukup download atau capture soal tugas dan ujian. Lalu pilih edit untuk mengisi.

Masih penasaran cara menggunakannya? Perhatikan gambar di bawah, ya.

paket belajar faber castell untuk PJJ

Mantap sekali kan paket belajar dari Faber-Castell dan kabar baiknya untuk harga sangat terjangkau hanya dengan mengeluarkan Rp. 35.000 saja setiap tugas dan soal ujian dapat diselesaikan dengan mudah. Yuk, segera dapatkan produknya secara online maupun offline. Informasi lebih lanjut mengenai paket belajar dan produk lainnya bisa cek di www.faber-castell.co.id.

Penutup

Pembelajaran jarak jauh yang awalnya menimbulkan kegaduhan, kini sudah bisa diatasi dengan berbagai solusi. Termasuk kehadiran paket belajar persembahan Faber-Castell. Setuju, dong! Dari setiap permasalahan selalu ada solusi dan jawaban yang sesuai.

Bahkan, rencana untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka sudah digaungkan oleh menteri pendidikan. Tentunya menyesuaikan dengan beberapa kondisi. Seperti wilayah yang sudah zona hijau dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di mana yang masuk sekolah hanya sebagian saja. Nantinya ada yang PTM dan PJJ.

Previous Post Next Post

14 Comments

  1. Reply Bundamami Devi Juni 28, 2021 at 16:29

    Wah mantap infonya. Saya setuju banget ini dengan dampak positif PJJ. Orang tua jadi bisa lebih aware dengan perkembangan anaknya. Dan, kedekatan hubungan orang tua dan anak juga makin terasah. Makasih sharing-nya Mbak Erin.

  2. Reply Ella Fitria Juni 29, 2021 at 05:28

    Sedih banget sih saat sebelum pembagian rapot ada wali murid yg ngegas minta tatap muka. Beliau nggak percaya covid-19, sampai byk kalimat2 yg dilontarkan bikin aku sakit hati banget. Sungguh. Nggak ada guru yg senang PJJ kok, sama seperti orang tua dan anak di rumah.. Makanya pas bu Saufi menyampaikan peran ortu saat webinar, rasanya aku pengen bgt ngajakin wali muridku itu biar pikirannya terbuka. Huhu
    Laah jd curhat ini. Hhh. Stylus pen dr Faber Castell memang inovasi baru yg bisa bikin anak2 ga bosan untuk mengerjakan tugas2. Terbukti adikku seneng bgt nyobain stylusnya

  3. Reply Wafi Azkia Juni 29, 2021 at 10:15

    Perjuangan banget ya PJJ ini 🙂 Berharap semoga nanti ketika anak saya masuk usia sekolah sudah tidak ada PJJ lagi 🙂

    • Reply Istiqomah Sweet Juli 1, 2021 at 12:57

      Saya belum faham mengenai dunia pendidikan saat ini sistemnya bagaimana? Hanya mengetahui daring saja. Tapi dari sini sebagai orang tua, harus ekstra sekali untuk mendidik dari rumah sebagai seorang guru yang selalu ada.

  4. Reply Hastin Pratiwi Juni 29, 2021 at 21:07

    PJJ ini memang dilema untuk berbagai pihak, bukan cuma wali murid aja. Guru pun aku yakin pasti kembang kempis harus bikin materi pembelajaran visual yang enggak gampang tentunya.
    Jadi, aku pun sebagai ibu enggak pernah memaksakan semua harus berjalan sempurna. Intinya, yang penting anak bahagia dulu, urusan nilai rapor urusan belakangan.
    Pas banget, selama PJJ anakku suka ngedit video anime dan bikin animasi lewat HP. Bisa dong pakai stylus Faber-Castell ini biar aktivitasnya jadi lebih mudah dan menyenangkan. 🙂

  5. Reply Arif R (ardintoro.com) Juni 30, 2021 at 05:01

    Masih super banyak PR untuk PJJ, sebagai pendidik saya juga cukup prihatin, sepertinya PJJ kurang begitu efektif khususnya di wilayah² khusus yg masih minim sarana dan prasarana.

    Contohnya di tempat saya wilayah Indonesia timur, gimana mau menerapkan PJJ sedangkan sebagian orang tua siswa, rumahnya saja belum ada listrik apalagi kuota internet, itu yg masih menjadi kegalauan.

    Jadi bila sudah begitu ya kembali belajar tatap muka tapi dg peserta yg terbatas.

  6. Reply Sandra Hamidah Juli 1, 2021 at 10:00

    Anaku yang belum sekolah aja suka jenuh mba, semoga pandemi berlalu ya tapi sekarang kita harus tetap semangat apalagi ada Faber-Castell yang setia memahami kebutuhan pendidikan anak

  7. Reply Muyassaroh Juli 1, 2021 at 14:42

    Gemes ya sama stylusnya. Berguna sekali buat anak-anak untuk belajar online. Sudah 1 tahun PJJ, makin ke sini sudah terbiasa dan nggak heboh seperti waktu awal-awal belajar online. Dulu, make zoom aja bingung. Mulai berpikir, gimana yang punya kendala fasilitas, lebih bingung lagi mau belajar. Semoga lekas kelar pandemi dan bisa sekolah offline lagi…

  8. Reply Lia Yuliani Juli 1, 2021 at 15:59

    Memang harus ada sinergi antara orang tua dan guru dalam mendampingi anak belajar. Jadi standar proses dan penilaian juga harus seirama antara keduanya.

    Faber Castell menghadirkan stylus Yang pastinya bermanfaat banget buat jadi salah satu solusi belajar online.

  9. Reply Mei Daema Juli 2, 2021 at 18:08

    wah berdirinya sudah dari tahun 1761 lama banget ya, pasntesan daris aya kecil ini sudah ada. mudah-mudahan dengan programnya bisa membantu anak-anak makin semangat untuk belajarnya ya.

  10. Reply Asih Mufisya Juli 3, 2021 at 22:09

    Produk faber castell tuh memang nggak perlu diragukan lagi, nyaman pakainya. Jadi nggak salah kalau produknya jadi kesukaan banyak anak.
    Menikmati masa PJJ yang panjang rasanya memang nano-nano. Awal yang berat dan susah lama kelamaan jadi terbiasa dan memang butuh banyak semangat dari orang tua, anak juga guru. Rasa berat yang dijalani semuanya berusaha dinikmati, kalau dibuat ngeluh malah bakal bikin hati kurang nyaman. Jadi curhat nih. hehe.

  11. Reply Nurhilmiyah Juli 4, 2021 at 18:27

    Huwaa naksir deh ama stylus nya Faber Castell ini, cocok banget bagi anak-anak yang emang butuh buat ngerjain soal online dari sekolahnya, trus kita2 bloger pas juga buat ngisi google form atau capture gambar yaa

  12. Reply Linda Puspita Juli 11, 2021 at 23:35

    Aku suka pakai stylusnya kak untuk edit gambar di ponsel, bermanfaat banget. alhamdulillah.

  13. Reply Siska Dwyta Juli 26, 2021 at 06:22

    Ya mau nggak mau di masa PJJ ini peran oramg tua sangat penting dan dibutuhkan apalagi bagi anak yang masih duduk di bangku SD ya. Karena belum bisa dilepas belajar online sendiri. Sering juga mendengan para orang tua mengeluh karena PJJ yang sering menimbulkan banyak drama tapi mau gimana lagi. Ini menjadi salah satu solusi terbaik agar anak-anak terhindar dari virus. Yah semoga saja pandemi segera berakhir.

    Oh ya mantap nih produk paket belajar dari Faber Castell yang dukung anak buat PJJ. Saya mupeng dengan stylusnya lho, hehe

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.