6 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI

Tomoyo Rin

Updated on:

Berkunjung ke Perpustakaan Nasional

Yeay, akhirnya bisa berkunjung ke Perpustakaan Nasional yang digadang sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Perpusnas juga sudah memegang sertifikat mutu internasional sesuai SNI ISO 9001:2015. Di mana lingkup sertifikat ini mencakup layanan keanggotaan, layanan koleksi referensi dan layanan koleksi naskah nusantara.

Bangga dan puas banget berkunjung ke sini. Ditambah fasilitas yang disuguhkan super lengkap. Rasa kagum lainnya membuncah, membuatku iri dengan warga Ibu Kota.

Andai saja tinggal di Jakarta, waktu luangku akan dihabiskan di perpustakaan nasional. Karena tidak cukup satu hari untuk menjamah semua gedung yang berjumlah 24 lantai tersebut. Di tambah jam operasional perpustakaan yang pendek.

Senin – Kamis dari pukul 08.30 – 18.00
Khusus hari Jumat dari pukul 09.00 – 18.00
Sabtu minggu lebih pendek dari pukul 09.00 – 16.00

Fasilitas Perpustakaan Nasional

Saat menginjakan kaki di depan perpustakaan nasional, hal pertama yang akan menyambutmu adalah sebuah ruangan instagramable yang asyik banget untuk foto-foto. Semua tema prop foto berhubungan dengan buku dan literasi. Terdapat juga informasi menarik tentang perpustakaan dan lainnya.

Ruangan Instagramable

Setelah puas jepret-jepret, lanjut ke tempat utama yaitu perpustakaan nasional. Di lantai pertama ini pengunjung masih bisa menikmati selfi/foto-foto keren. Lalu disebelah kanan ada petugas loker. Semua pengunjung perpus sebelum lanjut menjajah perpustakaan harus menitipkan barang bawaan. Gratis loh, lokernya.

Adapun fasilitias lainnya adalah tersedia ruang seminar, pameran dan ruang-ruang diskusi.

Baca Juga : Akhir Pekan di Museum Wayang, Wow Harga Tiketnya Masih Murah Meriah!

Informasi Gedung di Perpusnas

Seperti yang aku sebutkan di atas terdapat 24 lantai, yang masing-masingnya memiliki peranan dan fungsi yang berbeda. Detailnya cek gambar dibawah ini.

daftar gedung perpusnas

Aku sempat berkunjung ke lantai bagian audio visual. Di sini terdapat kaset yang bisa dipinjam dan tonton langsung di tempat. Karena sudah tersedia komputer untuk memutarnya. Pengalaman buruk lainnya saat mencari buku referensi yang tercantum di lantai 20 B, tapi ternyata di lantai 20 ini khusus buku-buku mancanegara.

Tapi tidak apalah, kesalahan sistem ini semoga diperbaiki dan tidak ada orang yang mengalami hal serupa. Berhubung sudah lelah, kembali ke lantai 4 untuk menikmati tugu monas yang terlihat kecil dari kejauhan. Walau belum puas, namun tidak bisa sepuasnya nongkrong di perpustakaan nasional. Hari sabtu hanya sampai pukul 4 sore dan perut juga sudah keroncongan.

tugu monumen nasional
Penampakan Tugu Monas dari Perpusnas

Keliling Perpustakaan Nasional dilanjut nanti lagi ngajak si Bule. Karena ada ruangan khusus untuk anak-anak. Btw, aku mau kasih beberapa tips buat kamu yang hendak berkunjung ke Perpustakaan Nasional, ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pengunjung

  1. Yang belum memiliki kartu anggota harus datang pagi-pagi. Kartu anggota akan memudahkan saat menggunakan fasilitas di sana, termasuk untuk meminjam buku. Karena yang datang tidak hanya satu-dua orangm semakin siang, antrian makin panjang. Syaratnya kamu harus bawa KTP.
  2. Jangan menyimpan barang berharga di loker. Khusus yang buat bawa laptop akan disedikan tas jinjing.
  3. Eskalator hanya ada sampai lantai 4. Ke lantai selanjutnya harus naik lift. Berhubung lift selalu penuh, buat kamu yang gak sabaran bisa lewati tangga darurat.
  4. Yang mau cari buku referensi dalam negeri langsung saja ke lantai 21. Dan cek di komputer yang sudah disediakan. Akan ada informasi bukunya sedang dibaca atau tidak, bisa dipinjam atau tidak, harus pesan dulu atau tidak dan letak buku yang dicari.
  5. Lantai 22 gabung dengan lantai 21. So, kalau mencari buku yang ternyata ada di lantai 22 jangan keluar dari lantai 21. Langsung saja naik tangga karena ada tepat dibagian atas.
  6. Yang kelaparan bisa makan di kantin yang letaknya di lantai 4. Atau di lantai pertama.

26 pemikiran pada “6 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI”

  1. Thn 2015 tuh sering bgt ke PN alias perpus nasional. Maklum ada maunya, heheh nyari referensi buay thesis. Eh, begitu lulus, boro2 kesana lagi.
    Tempatnya bagus, fasilitas oke, klo udh ksana suka gak inget pulang, wkwkwwk

    Balas
  2. woww, Indonesia harus bangga yaaa. Punya perpustakaan yg sampe 24 lantai gitu. Semoga fasilitasnya selalu terjaga agar semua bisa merasakan kenyamanannya.
    Anyway, tetap ya, lantai 13 gak ditulis dgn angka 13 aja, napa ya harus 12A *upss 😀

    Balas
  3. saya seumur-umur belum pernah kesini, padahal mah rumah di jakarta dari bayi sampe nikah, wkwkwk. Tapi kok gak pernah ada niatan ke perpusnas yes. jadi kepengin nih liat monas dari atas juga, keren euy pemandangannya. kesana ah, hehe.

    Balas
  4. Sewaktu ke monas awal tahun lalu, sempat melirik gedung perpusnas ini tapi melihat waktu gak sempat mampir. Semoga suatu saat bisa berkunjung kesini. Hmmm…ternyata antri masih terjadi juga disini ya mbak..antri masuk lift…begitu semangatnya pengunjung yang datang atau karena fasilitas yang disediakan kurang cukup melayani? makasih mbak sharingnya 🙂

    Balas
  5. Lama tinggal di Jakarta, tapi belum pernah ke ipusnas karena rempong bawa bocil. Lebih simple download aplikasinya aja bisa baca dan pinjam sepuas hati hehehe

    Balas
  6. Aduh coba kalo di Bandung pasti saya udah beberapa kali mampir sambil nulis nih. Sayang sekali jauh huhu. Semoga yah secepatnya perpustakaan didaerah lain pun mempunyai fasilitas seperti ini

    Balas
  7. Perpustakaan 24 lantai. Wow banget nih, mupeng deh saya baca postingan di atas. Berasa pengen juga injakkan kaki ke Perpustakaan Nasional. Yah, semoga suatu hari bisa ke sana deh. Btw informasinya bermanfaat banget nih.

    Balas
  8. Waww perpusnas ternyata memiliki gedung paling tinggi ya? Monasnya jadi kelihatan cakep.
    Klo di Yogya saya suka ke perpustakaan daerah Grhatama Pustaka yg fasilitasnya juga lengkap utk anak² main, nonton & baca. Gak berasa lagi di perpus jadinya.

    Balas
  9. Alhamdulillah dulu sempat ke sini sama suami dan bisa sampai ke balkon atas itu.. Emang perpus ini kece abis dan instagrammable di banyak spot ya.. Harus ke sini lagi bareng Kajo nanti nih

    Balas
  10. Dari SMA udah main-main ke perpusnas dan sekarang pas udah punya anak Alhamdulillah bisa main kesana lagi. Dan, senang banget makin kesini PN makin bagus. Jadinya, pengunjung pun jadi makin betah mba, kayak akuuu hihi

    Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.